PravadaNews – Kementerian Luar Negeri Iran mengecam kunjungan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu ke Uni Emirat Arab (UEA).
Iran juga memperingatkan negara-negara kawasan mengenai apa yang disebutnya sebagai “konsekuensi yang sangat berbahaya” dari kehadiran Israel di wilayah tersebut.
Dalam sebuah pernyataan, kementerian tersebut menyebut kunjungan Netanyahu ke UEA sebagai tindakan yang “provokatif”.
Iran mengecam keras Israel atas serangan militer terhadap Iran serta eskalasi kekerasan di wilayah Palestina dan Lebanon.
“Tidak diragukan lagi, mengingat permusuhan dan kebencian nyata rezim Zionis terhadap Iran dan negara-negara lain di kawasan, serta ancaman berulang mereka terhadap Republik Islam Iran, semua negara di kawasan harus waspada terhadap konsekuensi dari kehadiran semacam itu,” ujar kementerian tersebut, dilansir Kantor Berita IRNA, dikutip Rabu (30/9/2026).
Pihaknya mendesak pemerintah-pemerintah di kawasan untuk menghindari langkah-langkah yang dapat memperluas kehadiran Israel, seraya memperingatkan bahwa kehadiran tersebut akan memperparah ketidakamanan dan ketidakstabilan di Asia Barat.
Pernyataan ini disampaikan setelah UEA mengonfirmasi bahwa Netanyahu mengunjungi negara tersebut pada hari Minggu dan bertemu dengan Presiden Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan.














