PravadaNews – Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI akan mengawasi seluruh penyelenggaraan ibadah haji, mulai dari keberangkatan hingga pelaksanaan pucak ibadah haji di Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina).
Ketua Komisi VIII DPR RI, Marwan Dasopang mengatakan, pengawasan yang dilakukan Timwas bukannya hanya pada penyelenggaraan ibadah haji saja.
“Sejak dari sini (Indonesia) jemaah berangkat, ketika jemaah mendarat di Madinah pun itu sudah menjadi catatan pengawasan kita,” kata Marwan Dasopang kepada wartawan, Kamis (14/5/2026).
Baca Juga: Bulog Diminta Suplai Minyakita ke Papua
Marwan Dasopang mengatakan, Timwas DPR akan didampingi Tim Pendukung untuk mencatat semua hasil pengawasan.
“Karena itu, tim pendukung akan melekat untuk memastikan seluruh persoalan pelayanan, dan potensi masalah tercatat dengan baik,” ujar Marwan Dasopang.
Sementara itu, Timwas Haji DPR RI 2026 akan berangkat ke Arab Saudi pada 16 Mei 2026.
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Abdul Wachid mengatakan, Timwas DPR berangkat ke Arab Saudi secara bertahap.
“Besok tanggal 16 (Mei) kami berangkat. Ada yang tanggal 17, 18, 20, dan 21,” jelas Abdul Wachid kepada wartawan, Kamis (14/5/2026).
Abdul Wachid menjelaskan, Timwas kembali melaksanakan rapat kedua pada 23 Mei di daerah kerja di Makkah, Arab Saudi.
Hal itu dilakukan untuk memastikan seluruh hak jemaah haji terpenuhi sesuai dengan keputusan Panja dan rapat kerja antara DPR dan pemerintah.
Timwas DPR, kata Abdul Wachid, mendapatkan laporan terkait kondisi hotel jemaah di Madinah Permasalahannya yakni kamar jemaah diisi melebihi kapasitas.
“Ini sudah tidak manusiawi. Kalau bed memang bisa ditambah, tapi kamar mandi hanya satu, jemaah akhirnya harus rebutan,” ujar Abdul Wachid.
Tidak hanya kamar yang melebihi kapasitas, Timwas juga mendapati laporan soal jarak hotel jemaah ke titik layanan utama yang berjarak hingga 13 kilometer.
Padahal, hasil Panja Haji DPR disepakati bahwa maksimal berjarak 4,5 kilometer dari titik layanan utama.
“Ini temuan yang harus kami cek langsung. Jangan sampai jemaah dirugikan,” ujar Abdul Wachid.















