PravadaNews– Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menyatakan 21 cabang olahraga dalam Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) siap diterapkan di sekolah-sekolah mulai jenjang SD hingga SMA. Kebijakan ini diarahkan untuk memperkuat pembinaan atlet sejak usia dini melalui jalur pendidikan formal.
Erick mengatakan implementasi program tersebut telah dikoordinasikan dengan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti.
Menurut Ketum PSSI tersebut, penerapan cabang olahraga DBON di sekolah menjadi langkah strategis untuk menciptakan ekosistem pembinaan yang berkelanjutan.
“Itu disesuaikan dengan kondisi fasilitas pendukung masing-masing sekolah,” ujar Erick dalam keterangan resminya dikutip Kamis (26/2/2026).
Baca juga: Arsenal Didesak Boyong Julian Alvares
Adapun sebanyak 21 cabang olahraga yang akan diterapkan merupakan cabang unggulan Olimpiade, yakni atletik, senam, akuatik, bulu tangkis, angkat besi, panjat tebing, panahan, sepak bola, menembak, judo, tinju, taekwondo, balap sepeda, voli pantai 2×2, bola basket 3×3, dayung dan kano, tenis, anggar, gulat, dan equestrian.
“Selain itu, pemerintah juga memasukkan pencak silat sebagai cabang warisan budaya Indonesia,” ungkap Erick.
Erick menjelaskan skema penerapan dilakukan bertahap sesuai jenjang pendidikan. Erick menyebut, siswa SD akan diperkenalkan pada dua cabang olahraga, tingkat SMP empat cabang, dan SMA enam cabang.
“Khusus di tingkat SMA, sekolah juga dapat memilih cabang induk olahraga atau mother of sport seperti renang, atletik, dan senam,” ucap Erick.
Lebih lanjut, Erick menilai model ini memberi ruang bagi sekolah menyesuaikan pilihan cabang dengan kesiapan sarana dan prasarana masing-masing. Dengan demikian, kata Erick, pembinaan tidak bersifat seragam, melainkan adaptif terhadap kondisi daerah.
Erick juga menegaskan, pengenalan cabang olahraga sejak SD diharapkan membuat pelajar dapat menekuni satu bidang secara konsisten hingga jenjang berikutnya.
Menurut Erick, pola berjenjang ini ditargetkan melahirkan atlet pelajar yang mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional.
“Dengan menekuni cabang olahraga tertentu dari level SD yang kemudian dilanjutkan ke tingkat sekolah berikutnya maka para pelajar bisa berkembang sebagai atlet pelajar yang siap bersaing di level nasional hingga panggung internasional,” pungkas Erick.















