PravadaNews – Anggota Komisi VI DPR RI Herman Khaeron menyoroti pemerintah mengimpor 105.000 mobil pick up dari India melalui anak perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) atau PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero).
Herman mengatakan bahwa Komisi VI DPR RI sudah menjadwalkan pemanggilan terhadap pimpinan PT Agrinas Pangan Nusantara.
Adapun pemanggilan terhadap PT Agrinas itu akan dilakukan setelah masa reses berakhir pada 9 Maret mendatang.
Sementara itu, Herman mengaku heran atas keputusan pemerintah melalui PT Agrinas yang memilih impor mobil pick up India tersebut tanpa adanya koordinasi secara intensif dengan legislatif.
Sebab, dalam dua kegiatan rapat sebelumnya dengan PT Agrinas Pangan Nasional tidak ada pembahasan mengenai rencana pengadaan mobil pick up tersebut.
Herman mempertanyakan darimana asal anggaran untuk pengadaan kendaraan tersebut. “Kami perlu mempertanyakan asal anggarannya,” kata Herman, Kamis (26/2/2025).
Baca Juga: DPR Desak BGN Terjun Awasi Menu MBG
Herman menegaskan, sebagai wakil rakyat, Komisi VI berhak untuk mendapatkan keterangan langsung dari PT Agrinas Pangan Nusantara terkait keputusan impor mobil tersebut.
Herman menegaskan bahwa Komisi VI akan meminta penjelasan dari PT Agrinas Pangan Nusantara terkait urgensi dan transparansi impor mobil tersebut.
Di sisi lain, Herman mengaku juga mendapat informasi terkait adanya dugaan pemblokiran dana desa dan juga penggunaan anggaran komersial dalam pengadaannya.
“Jika menggunakan anggaran komersial akibat pemblokiran dana desa, berapa besar bunganya? Semua ini harus memenuhi asas transparansi dan akuntabilitas keuangan negara,” terang Herman.
Herman menilai, meski kebijakan impor dinilai relatif lebih murah, namun pemerintah semestinya menghitung dampak lain terutama mengenai sirkulasi ekonomi domestik yang lebih luas.
Herman menambahkan, mendorong pembuatan mobil di dalam negeri justru akan sangat berdampak dalam menciptakan lapangan kerja serta pertumbuhan ekonomi dalam negeri.
“Di saat penjualan mobil domestik saat ini sedang stagnan, stimulus anggaran negara semestinya turut menjadi nilai tambah bagi industri lokal untuk menggerakkan roda ekonomi nasional,” tutup Herman.















