PravadaNews – Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres mengutuk eskalasi militer yang terjadi di Timur Tengah menyusul serangan terhadap Iran dan aksi balasan di kawasan. Guterres pun memperingatkan risiko meluasnya konflik regional jika permusuhan tidak segera dihentikan.
“Saya mengutuk eskalasi militer yang terjadi hari ini di Timur Tengah. Penggunaan kekuatan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, serta tindakan balasan Iran di seluruh kawasan, merusak perdamaian dan keamanan internasional,” kata Guterres dalam pernyataan dari New York di kutipan Minggu (1/3/2026).
Menurut Gueterres, seluruh negara anggota PBB terikat kewajiban hukum internasional, termasuk mematuhi Piagam PBB. Ia mengutip ketentuan piagam yang melarang.
Baca juga: Empat Pangkalan Militer AS Diserang Iran
“Ancaman atau penggunaan kekerasan terhadap integritas wilayah atau kemerdekaan politik suatu negara, atau dengan cara apa pun yang tidak sejalan dengan Tujuan-Tujuan Perserikatan Bangsa-Bangsa,” tutur Guterres.
Guterres juga menyerukan penghentian segera permusuhan dan langkah de-eskalasi.
“Kegagalan untuk melakukannya berisiko memicu konflik regional yang lebih luas dengan konsekuensi serius bagi warga sipil dan stabilitas kawasan,” ujar Guterres.
Guterres juga mendesak para pihak kembali ke jalur diplomasi. “Saya menyerukan semua pihak untuk segera kembali ke meja perundingan,” ucap Guterres.
Guterres menegaskan bahwa tidak ada alternatif selain penyelesaian damai sesuai hukum internasional dan Piagam PBB.
Sebagai informasi, pada Sabtu pagi, Kementerian Pertahanan Israel menyatakan telah meluncurkan serangan terhadap Iran dan menetapkan status darurat nasional. Tak lama kemudian, Amerika Serikat dilaporkan ikut melancarkan serangan terhadap sejumlah sasaran di Iran melalui udara dan laut, menurut laporan Reuters yang mengutip seorang pejabat AS.















