PravadaNews – Garda Revolusi Iran atau Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) mengancam akan menyerang dan membakar kapal yang mencoba melintasi Selat Hormuz setelah jalur pelayaran strategis itu dinyatakan ditutup.
Pernyataan keras itu disampaikan Brigadir Jenderal Ebrahim Jabbari, penasihat senior panglima tertinggi IRGC. Jabbari menyebut penutupan Selat Hormuz sebagai respons langsung atas serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.
Baca juga: Kemlu AS Imbau Warganya Tinggalkan Kawasan Asia Barat
“Selat Hormuz telah ditutup. Kami akan menyerang dan membakar kapal apa pun yang mencoba menyeberang,” kata Jabbari dalam pernyataan yang disiarkan televisi pemerintah Iran, dikutip Selasa (3/3/2026).
Jabbari menegaskan, langkah tersebut merupakan bagian dari kebijakan balasan Teheran atas aksi militer yang disebutnya sebagai agresi. Menurut Jabbari, bukan hanya kapal yang akan menjadi sasaran, tetapi juga infrastruktur energi di kawasan tersebut.
Jabbari memperingatkan bahwa jalur-jalur pipa minyak dapat ikut diserang. Iran, kata dia, tidak akan membiarkan “satu tetes pun minyak” meninggalkan kawasan itu.















