PravadaNews – Kepala Staf Kepresidenan, Muhammad Qodari mengatakan, penguatan akses energi hingga pelosok desa menjadi prioritas pemerintah.
Qodari menyatakan, ketahanan energi adalah fondasi utama kemandirian bangsa. Melalui perluasan akses dan transisi ke energi hijau, pemerintah berkomitmen mewujudkan keadilan energi hingga desa-desa di seluruh Indonesia.
“Memastikan keadilan energi dirasakan merata hingga ke pelosok desa,” kata Qodari di Kantor Staf Kepresidenan, Jakarta, dikutip Kamis (19/3/2026).
Qodari menuturkan, pemerintah kini sedang mengembangkan pada Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan kapasitas hingga 100 Gigawatt (GW).
Berdasarkan capaian kinerja tahun 2025, pemanfaatan PLTS saat ini telah mencapai 1,49 GW.
Baca Juga: Gilo Nian! Harga Daging Capai Rp180 per Kg
Qodari mengatakan, dampak positif dari transisi energi sangat dirasakan masyarakat di wilayah terpencil melalui program PLTS Off-Grid Isolated (Program Listrik Desa).
Qodari menjelaskan, Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) terus mencatatkan keberhasilan yang melampaui target.
Hingga 11 Maret 2026, instalasi listrik telah terpasang di 220.857 rumah tangga, atau mencapai 102,72 persen dari target.
Bantuan komprehensif ini mencakup instalasi 3 lampu, 1 stop kontak, sertifikat instalasi, penyambungan daya 900 VA, hingga token listrik awal senilai Rp100.000.
Selain itu, Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) telah melampaui target. Per 11 Maret 2026, instalasi listrik gratis terpasang di 220.857 rumah tangga atau 102,72 persen dari target awal.
“Secara nasional, Program BPBL turut memperkuat ketahanan energi melalui perluasan akses listrik bagi masyarakat yang sebelumnya belum terlayani,” pungkas Qodari.















