PravadaNews – Arus balik Lebaran 2026 belum sepenuhnya mereda meski puncak pergerakan kendaraan telah terjadi.
Kepolisian mencatat lebih dari dua juta kendaraan telah kembali ke Jakarta, namun ratusan ribu lainnya masih dalam perjalanan.
Kapolri Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan, hingga Rabu (25/3) siang jumlah kendaraan yang masuk ke Jakarta mencapai sekitar 2,04 juta unit. Angka ini merupakan akumulasi dari data sebelumnya yang terus diperbarui.
“Jadi per tadi malam ya, ada catatan kurang lebih 1.958.838 kendaraan yang masuk dan baru saja tadi kita cek lagi di jam 12 sudah 82.000 sehingga total kurang lebih 2.040.000 yang sudah masuk Jakarta,” ujar Sigit.
Meski demikian, arus kendaraan diperkirakan masih akan meningkat. Berdasarkan selisih data kendaraan yang keluar dari Jakarta, terdapat sekitar 500 ribu kendaraan yang belum kembali dan berpotensi menambah kepadatan.
Baca juga: Lalu Lintas GT Cikatama Terus Meningkat pada Puncak Arus Balik
“Artinya masih ada sisa dari kurang lebih 2.521.229 kendaraan yang meninggalkan Jakarta dikurangi 2.040.000, itulah yang menjadi PR kita untuk bisa kita urai di kegiatan yang terkait dengan puncak arus balik,” ujar Sigit.
Sigit juga mengungkapkan bahwa puncak arus balik sementara terjadi pada Selasa (24/3) malam dengan total 256.338 kendaraan, lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 223.163 kendaraan.
“Jadi kita harapkan di sisa waktu yang ada karena diprediksi ada puncak arus balik lagi di tanggal 28 dan 29, sisa kendaraan yang belum kembali dan kemungkinan biasanya juga ada tambahan dari masyarakat yang akan ke Jakarta. Tentunya ini menjadi salah satu yang selalu kita himbau ke masyarakat untuk memanfaatkan sisa waktu yang ada,” sebut Sigit.
Di sisi lain, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mencatat adanya peningkatan mobilitas masyarakat melalui transportasi umum selama periode Lebaran.
“Kemudian pergerakan keberangkatan penumpang angkutan umum dari mulai H-8 sampai dengan H+3 itu sudah naik sebesar 11,11%. Angka ini masih bersifat dinamis karena kami menghitung sampai dengan tanggal 29 April nantinya,” ujar Dudy
Dudy menambahkan bahwa jumlah kendaraan angkutan umum juga mengalami kenaikan sebesar 4,07 persen dalam periode yang sama, menunjukkan tingginya aktivitas perjalanan masyarakat selama musim mudik dan arus balik tahun ini.















