Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia (Foto: dok Instagram @bahlillahadalia)

Beranda / Ekonomi / Relaksasi Kuota Tambang Saat Harga Naik

Relaksasi Kuota Tambang Saat Harga Naik

PravadaNews– Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia membuka opsi pelonggaran terbatas terhadap kuota produksi batu bara dan nikel di tengah lonjakan harga komoditas global.

Kebijakan ini dipertimbangkan sebagai respons atas gejolak geopolitik yang dipicu konflik antara Amerika Serikat–Israel dan Iran.

“Kalau harga terus stabil di level yang baik, kami akan membuat relaksasi terhadap perencanaan produksi, tetapi terukur,” kata Bahlil dalam keterangannya dikutip Jumat (27/3/2026).

Baca juga : Presiden Minta Bahlil Tegas soal Ekspor Batu Bara

Kementerian ESDM sebelumnya memangkas target produksi batu bara 2026 menjadi sekitar 600 juta ton, turun signifikan dari realisasi 2025 yang mencapai 790 juta ton. Sementara itu, produksi bijih nikel dibatasi pada kisaran 250–260 juta ton, lebih rendah dibandingkan rencana kerja 2025 sebesar 379 juta ton.

Pemangkasan ini, menurut Bahlil, dilatarbelakangi ketidakseimbangan pasokan dan permintaan di pasar global sepanjang 2025. Kondisi tersebut sempat menekan harga batu bara hingga menyentuh 97,65 dolar AS per ton pada Juli 2025.

Namun, dinamika berubah cepat sejak awal Maret 2026. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah mendorong lonjakan harga batu bara dari di bawah 120 dolar AS menjadi di atas 130 dolar AS per ton hanya dalam waktu sepekan.

“Kenaikan ini dipicu gangguan distribusi energi, terutama minyak mentah dan gas alam cair (LNG),” ungkap Bahlil.

Bahlil menegaskan relaksasi yang disiapkan tidak bersifat bebas. Bahlil menyebut, pemerintah tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian agar keseimbangan pasar terjaga.

“Relaksasi terukur itu terbatas dan tetap menjaga kestabilan supply-demand dan harga,” pungkas Bahlil.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *