Ilustrasi Pabrik Beras (Foto dok:PravadaNews)

Beranda / Ekonomi / Pangan RI Tak Butuh Impor Lagi

Pangan RI Tak Butuh Impor Lagi

PravadaNews – Badan Pangan Nasional (Bapenas) memberikan jaminan kuat pasokan pangan di Indonesia sangat mencukupi. Mayoritas kebutuhan masyarakat sepenuhnya ditopang oleh produksi dalam negeri, sehingga ketergantungan terhadap impor bisa ditekan seminimal mungkin.

Berdasarkan Proyeksi Neraca Pangan Nasional Tahun 2026, dari 10 jenis pangan pokok strategis, hanya sedikit yang masih memerlukan impor.

“Kita hanya mengimpor dua atau tiga yang dominan. Kedelai dan bawang putih. Lalu daging sapi tapi tidak dominan,” ujar Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa, Dikutip Senin (13/4/2026).

Kabar paling menggembirakan datang dari komoditas beras. Dengan perhitungan yang sangat solid, stok nasional diproyeksikan sangat aman hingga akhir tahun.

“Berdasarkan data Proyeksi Neraca Pangan, kita ada minimal 10. Nah beras kita sangat bagus, artinya beras dengan produksi tahun lalu 34,7 juta ton. Kemudian carry over stock tahun kemarin ke tahun ini adalah 12 juta ton. Nah target kita di tahun 2026, kita akan punya carry over stock ke 2027 hingga 16 juta ton. Ini besar sekali,” tambah Ketut.

Pemerintah juga memastikan keberpihakan penuh kepada petani. Stok di Bulog dipastikan murni dari hasil panen dalam negeri tanpa campuran impor sejak 2025.

“Cadangan beras kita di Bulog sekarang ini mencapai lebih 4 juta ton. Kita akan menyerap lagi sampai 4 juta ton. Artinya dari sisi produksi, gabahnya sangat bagus,”ujar Ketut.

Tidak hanya beras, kemandirian pangan juga terlihat jelas di sektor lain. Indonesia bahkan sudah berhenti mengimpor jagung pakan sejak tahun lalu.

“Kemudian kita juga punya cadangan jagung yang bagus. Jagung pakan kita sudah swasembada. Kemudian daging ayam kita kuat. Telur kita kuat. Cabai kita kuat. Bawang merah kita kuat,”kata Ketut.

Meski kondisi saat ini sudah sangat baik, pemerintah terus berupaya meningkatkan produksi, terutama untuk komoditas yang masih diimpor seperti bawang putih dan kedelai.

“Kita sudah mulai produksi dan Bapak Menteri Pertanian akan bergerak terus. Sebagaimana kemarin di acara taklimat di Istana, beliau menyampaikan target-target ke depan. Bagaimana bawang putih, kemudian termasuk juga penguatan produksi kedelai, susu, dan lain sebagainya,”sebut Ketut.

“Tentu kekuatan kita, stok kita relatif sangat bagus di tahun 2026 ini dan mudah-mudahan ke depan juga semakin kuat kita,” tambah Ketut.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *