PravadaNews – Pengawasan distribusi Bahan Bakar Minyak bersubdisi perlu dilakukan secara maksimal di tengah gejolak geopolitik, khususnya di Timur Tengah.
Apalagi eskalasi di Timur Tengah membuat distribusi minyak mentah dunia alami gangguan.
Anggota Komisi XII DPR RI, Cheroline Chrisye Makalew mengatakan, penguatan pengawasan distribusi BBM bersubsidi perlu dilakukan secara ketat.
“Perkuat pengawasan dan distribusi BBM agar tidak terjadi penimbunan dan penyalahgunaan,” ujar Cheroline dalam keterangannya kepada wartawan, Minggu (5/4/2026).
Baca Juga: DPR Dorong Pemerintah Pertimbangkan Penyesuaian Harga BBM
Cheroline menekankan bahwa distribusi BBM bersubsidi harus tepat sasaran.
“Peruntukan BBM subsidi harus benar-benar kepada masyarakat yang membutuhkan, karena kenyataan di lapangan sering kalai disalahgunakan,” kata Cheroline.
Selain pengawas distribusi, Cherolinne mendorong percepatan pengembangan energi baru terbarukan (EBT) sebagai solusi jangka panjang untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap BBM.
Menurutnya, potensi sumber daya alam Indonesia, khususnya di wilayah timur, belum dimanfaatkan secara optimal.
“Pemerintah perlu mempercepat pengembangan EBT untuk listrik agar ketergantungan pada BBM berkurang,” ujar Cheroline.
“Terlebih khusus untuk wilayah Timur Indonesia seperti Papua, kita punya sumber daya alam yang memadai tapi belum maksimal dalam pengelolaan,” tambah Cheroline.
Politisi Partai NasDem itu menambahkan, di tengah ketidakpastian global, Indonesia harus menyiapkan langkah strategis guna menjaga ketahanan energi nasional.
Cheroline mengatakan, Indonesia perlu terus memperkuat cadangan energi nasional, meningkatkan kapasitas produksi dan penyimpanan dalam negeri.
“Serta mempercepat transisi menuju energi yang lebih berkelanjutan agar ketahanan energi kita semakin kokoh ke depan,” pungkas Cheroline.















