PravadaNews– Perum Bulog memastikan penyaluran bantuan beras dan minyak goreng bagi keluarga penerima manfaat (KPM) berjalan tepat sasaran untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional.
Direktur Pemasaran Bulog Febby Novita mengatakan pihaknya melakukan pengawasan langsung distribusi bantuan, termasuk di wilayah Nusa Tenggara Barat, guna memastikan bantuan diterima sesuai peruntukan.
“Bulog berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat dalam memastikan ketersediaan dan keterjangkauan bantuan pangan ini,” kata Febby dalam keterangan di Jakarta, dikutip Senin (13/4/2926).
Baca juga : Kas Negara Masuk Dana 11,42 T Hari Ini
Febby menyebut percepatan distribusi dilakukan di Desa Gili Indah dan Desa Malaka, Kabupaten Lombok Utara, sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas pasokan pangan di daerah.
Adapun bantuan yang disalurkan berupa 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng untuk alokasi Februari–Maret 2026 kepada penerima bantuan pangan (PBP).
“Proses distribusi dilakukan melalui pendataan dan verifikasi untuk memastikan akurasi data penerima,” ungkap Febby.
Febby juga turun langsung ke lapangan untuk berinteraksi dengan warga guna menyerap aspirasi sekaligus memastikan efektivitas program.
“Kami ingin bantuan ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Febby.
Febby menambahkan, stok pangan di wilayah NTB saat ini dalam kondisi mencukupi untuk mendukung kelancaran distribusi.
“Total penerima bantuan di Kabupaten Lombok Utara mencapai 58.996 orang, dengan penyaluran yang telah berjalan di sejumlah kecamatan dan ditargetkan rampung dalam waktu dekat,” tutur Febby.
Menurut Febby, pelibatan aparat desa dan pemangku kepentingan lokal menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi dalam pelaksanaan program, sekaligus memastikan peran lembaga sebagai penjaga stabilitas pasokan dan harga pangan nasional.















