PravadaNews – Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI daerah pemilihan Kalimantan Timur (Kaltim) Aji Mirni Mawarni mendesak perusahaan-perusahaan tambang di Benua Etam agar mengalokasikan dana tanggung jawab sosial (CSR) untuk kemajuan sektor pendidikan.
“Saya sangat menyayangkan bahwa sejumlah perusahaan tambang besar daerah ini belum memberikan CSR secara khusus untuk membiayai pendidikan anak-anak di sekitarnya,” kata Aji di Samarinda, dikutip Rabu (25/3/2026).
Baca juga : DPD Desak Perlindungan Nakes di Tambrauw
Senator tersebut terus menyoroti minimnya kontribusi dari sektor korporasi terhadap upaya peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di kawasan operasional tambang.
kendati demikian, Aji juga mengamati mentalitas sebagian masyarakat yang hingga kini masih memandang sebelah mata arti penting pendidikan formal.
“Oleh karena itu kami meminta agar pemerintah daerah berani mengambil langkah tegas dengan mewajibkan setiap perusahaan tambang untuk membiayai sekolah anak setempat secara penuh,” ucap Aji.
Menurut Aji, setiap perusahaan setidaknya harus menanggung biaya pendidikan penuh bagi satu hingga tiga orang anak dari kawasan lingkar tambang mereka pada setiap tahun ajaran baru.
Skema pembiayaan pendidikan yang disalurkan melalui dana pertanggungjawaban sosial tersebut idealnya mencakup jenjang pendidikan menengah atas hingga para siswa berhasil lulus dari perguruan tinggi.
Tokoh perempuan Kalimantan Timur ini menyadari bahwa dampak positif dari sebuah investasi di bidang pendidikan memang membutuhkan waktu yang cukup panjang.
Meskipun membutuhkan proses lama, kata Aji, investasi jangka panjang ini merupakan sebuah keharusan yang mutlak untuk dilakukan demi mempersiapkan generasi penerus daerah yang unggul.
Aji mengingatkan fakta di lapangan bahwa masih sangat banyak desa di pelosok provinsi ini yang sama sekali tidak memiliki bangunan SMA.
Ketiadaan fasilitas sekolah menengah di kampung terpencil secara otomatis memaksa anak-anak daerah untuk merantau jauh demi mendapatkan hak dasar mereka atas pendidikan.
“Dalam kondisi harus merantau inilah, kucuran beasiswa pendidikan dari pihak swasta menjadi penyelamat bagi keberlangsungan studi anak-anak dari keluarga kurang mampu dari pelosok,” tutur Aji.
Aji pun berharap perihal ini dapat segera diakomodasi oleh para pemangku kepentingan agar kekayaan alam Kalimantan Timur benar-benar membawa berkah bagi pencerdasan warganya.















