PravadaNews – Pemerintah Indonesia dan Arab Saudi berkomitmen untuk melakukan penguatan dalam tata kelola haji dan umrah. Penguatan ini dilakukan sebagai tanggung jawab pemerintah Indonesia terhadap jutaan jamaah haji dan umrah.
Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) RI, Mochamad Irfan Yusuf mengatakan, Arab Saudi merupakan mitra utama dalam mengurus jemaah haji dan umrah.
Maka dari itu, kata dia, perlu penguatan terhadap layanan kepada jemaah Indonesia untuk memberikan kenyamanan ketika melaksanakan ibadah di Tanah Suci.
“Setiap tahun jutaan jemaah kami datang sebagai Tamu Allah. Itu adalah kehormatan sekaligus amanah besar yang harus kita jaga bersama,” kata dia dalam keterangannya dikutip Rabu, 18 Februari 2026.
Baca juga: Sambut Ramadan DLH DKI Terjunkan Ribuan Personel
Menhaj menjelaskan, hubungan Indonesia dan Kerajaan Arab Saudi dibangun dengan fondasi saling percaya dan menghormati. Indonesia sangat menghormati hukum, aturan, dan tata kelola yang berlaku di Arab Saudi.
“Disiplin terhadap regulasi bukan hanya kewajiban administratif, melainkan bentuk tanggung jawab moral kami kepada jemaah,” jelas dia.
Menhaj mengatakan, setiap kebijakan harus berfokus pada perlindungan dan kenyamanan jemaah. Sehingga, jemaah Indonesia bisa beribadah di Tanah Suci dengan tenang. “Itu yang selalu menjadi pusat perhatian kami,” kata dia.
Menhaj mendukung transformasi layanan haji dan umrah Saudi Vision 2030. Dia melanjutkan bahwa pemerintah Indonesia juga akan melakukan integrasi dengan sistem pelayanan digital di Arab Saudi.
“Transformasi digital adalah arah masa depan. Indonesia siap mengintegrasikan sistem agar pelayanan semakin cepat, transparan, dan akuntabel,” ucap Menhaj.
Menhaj mengatakan, jika data visi, hotel, kesehatan, dan asuransi terhubung, maka perlindungan jemaah akan lebih kuat. Selain itu, kata dia, pemerintah Indonesia bisa merespons dengan cepat ketika mendapati jemaah yang alami kesulitan selama berada di Tanah Suci.
“Ketika terjadi keadaan darurat, respons kita bisa lebih cepat dan terkoordinasi,” ujar dia. Menhaj menambahkan, kerja sama antara pemerintah Indonesia dan Kerjaan Arab Saudi bukan hanya pada forum diplomatik saja. Tetapi, juga pada kualitas pelayanan di Arab Saudi.
“Kemitraan ini adalah amanah. Kita ingin memastikan setiap jemaah Indonesia merasa aman, dihormati, dan dilayani dengan baik sejak berangkat hingga kembali ke tanah air,” pungkas Menhaj. (ABP)















