PravadaNews – Ketersediaan stok Bahan Bakar Minyak (BBM) jelang H-3 Minggu hari raya idul Fitri atau lebaran akan menjadi pekerjaan rumah tanggung jawab pemerintah untuk mencegah kelangkaan atas meningkatnya permintaan.
Dalam keterangannya, Anggota Komisi VI DPR RI, Nasim Khan mengatakan, pemerintah harus memetakan langkah antisipatif dalam rangka untuk menjamin ketersediaan stok dan permintaan konsumsi BBM selama arus mudik lebaran.
Sosok yang akrab disapa Nasim itu pun meminta PT Pertamina (Persero) sebagai penyedia utama bahan bakar minyak (BBM) dan avtur mengantisipasi lonjakan konsumsi selama periode mudik.
“Momentum mudik Lebaran selalu memicu peningkatan signifikan konsumsi bahan bakar, baik untuk kendaraan darat maupun sektor penerbangan,” kata Nasim dalam keterangan persnya dikutip Senin (2/3/2026).
Baca juga: Ketua Banggar Benarkan Anggaran BGN Diambil dari Pendidikan
“Karena itu, langkah antisipatif harus disiapkan jauh sebelum puncak arus mudik terjadi,” lanjut Nasim.
Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu meminta pihak Pertamina harus dapat menjamin penguatan stok dan ketahanan pasokan BBM selama periode Lebaran tahun ini.
Atas dasar itu, ia juga menekankan pentingnya penambahan cadangan BBM dan avtur di seluruh Terminal BBM serta Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU).
Menurut Nasim, peningkatan safety stock perlu difokuskan di setiap wilayah yang berpotensi mengalami lonjakan permintaan tinggi.
Adapun wilayah prioritas yang dimaksud meliputi jalur Pantai Utara (Pantura), Tol Trans Jawa dan Sumatra, serta kota-kota tujuan mudik utama.
“Pertamina perlu meningkatkan safety stock, terutama di wilayah yang berpotensi mengalami lonjakan permintaan tinggi,” ujarnya.
Selain penguatan stok, Nasim menilai optimalisasi kilang domestik menjadi faktor kunci menjaga stabilitas pasokan nasional.
Ia menambahkan sejumlah kilang strategis, seperti Kilang Balongan dan Kilang Cilacap, diharapkan beroperasi dengan tingkat manfaat yang tinggi menjelang dan selama periode Lebaran.
“Semua itu guna menjaga stabilitas pasokan nasional. Penting juga melakukan pengamanan distribusi dan logistik energi,” tutup Nasim. (GIB)















