PravadaNews – Dua kapal tanker Indonesia, yakni Pertamina Pride dan Gamsunoro milik PT Pertamina International Shipping (PIS), anak usaha Pertamina, hingga saat ini belum bisa mendapat izin melewati Selat Hormuz. Penghalang utama adalah karena jalur tersebut ditutup oleh Iran.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan, pemerintah saat ini masih terus melakukan komunikasi diplomatik dengan otoritas terkait di Iran secara intens.
“Kita lagi sedang berkomunikasi terus ya,”kata Bahlil di Jakarta, dikutip Sabtu (11/4/2026).
Baca juga : Emas Antam Melejit Hari Ini
Meski begitu, Bahlil melihat adanya titik cerah seiring adanya gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran selama dua minggu ke depan. Ia berharap situasi ini menjadi solusi agar kedua kapal bisa segera lewat.
“Dengan redanya jeda dua minggu eskalasi timur tengah mudah-mudahan bisa selesai,” ujar Bahlil.
Sementara itu, Pjs Corporate Secretary PIS, Vega Pita, memastikan pihaknya terus berkoordinasi intensif dengan Kementerian Luar Negeri yang secara aktif menjalin komunikasi diplomatik.
“Bersama dengan Kemlu, PIS terus memantau perkembangan 24/7 dan membahas persiapan teknis agar kedua kapal dapat melintasi Selat Hormuz dengan aman,” ujar Vega.















