Ilustrasi Bendera Negara Iran (Foto: dok PravadaNews)

Beranda / Mancanegara / Iran: Perang Selama 40 Hari Jadi Pertempuran Terberat dalam Sejarah

Iran: Perang Selama 40 Hari Jadi Pertempuran Terberat dalam Sejarah

PravadaNews – Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran menyebutkan, perang selama 40 hari menjadi pertempuran gabungan terberat dalam sejarah.

Namun, hal itu terbayarkan. Iran bersama sekutunya di Lebanon, Yaman, dan Palestina berhasil memberikan perlawanan terhadap Amerika Serikat (AS)-rezim Israel yang tidak pernah dilupakan oleh ingatan sejarah dunia.

“Iran dan Perlawanan hampir sepenuhnya menghancurkan mesin militer Amerika di wilayah tersebut,” bunyi pernyataan dari Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, melansir dari Press TV, Rabu (8/4/2026).

Baca Juga: Rusia Ancam Baltik soal Drone Ukraina

Pernyataan itu menyebutkan, Iran bersama sekutunya berhasil memukul telak AS-rezim Israel, dengan melancarkan serang ke sejumlah infrastruktur strategis di kawasan tersebut.

“Mereka telah memberikan pukulan telak dan mendalam pada infrastruktur dan kemampuan luas yang telah dibangun dan dikerahkan musuh di sekitar wilayah tersebut selama bertahun-tahun untuk perang melawan Iran ini,” bunyi pernyataan itu.

Pernyataan itu menambahkan bahwa di dalam wilayah pendudukan, pasukan Perlawanan telah memberikan pukulan telak dan menghancurkan pasukan, infrastruktur, fasilitas, dan aset musuh.”

Lebih lanjut dinyatakan bahwa Amerika Serikat memahami sejak 10 hari setelah perang dimulai bahwa mereka tidak dapat menang.

“Tidak hanya tidak satu pun dari tujuan utama musuh terwujud, tetapi musuh menyadari sejak sekitar 10 hari setelah dimulainya perang bahwa mereka tidak akan mampu memenangkan perang ini,” kata pernyataan itu. “Oleh karena itu, melalui berbagai saluran dan metode, musuh mulai berupaya menjalin kontak dengan Iran dan meminta gencatan senjata.”

Badan keamanan tertinggi itu selanjutnya mengatakan bahwa musuh awalnya membayangkan kemenangan militer yang cepat, percaya bahwa kemampuan rudal dan drone Iran akan “dengan cepat dipadamkan,” dan mencatat bahwa “Zionisme global yang keji” telah meyakinkan “Presiden Amerika Serikat yang bodoh” bahwa perang akan mengakhiri Iran.

Sambil menyatakan kemenangan, Badan Keamanan Tertinggi Iran itu mendesak agar kewaspadaan terus berlanjut.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *