PravadaNews – Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) telah mengumumkan dimulainya serangan rudal berat sebagai bagian dari Gelombang 91 Operasi Janji Sejati 4, yang menargetkan jantung Tel Aviv dan Haifa.
Menurut pernyataan yang dirilis oleh IRGC pada Kamis malam, serangan tersebut telah memaksa 5 juta pemukim Israel untuk berlindung di bunker bawah tanah.
Pernyataan tersebut juga mengungkapkan bahwa front Yaman telah mulai melancarkan serangan ke arah wilayah pendudukan Israel selatan dan Dimona.
“Suara ledakan beruntun telah membuat petugas tanggap darurat bingung dan kesulitan untuk mengimbangi,” catat laporan tersebut, melansir Press TV, dikutip Jumat (3/4/2026).
Baca Juga: Iran Ejek Intelijen AS-Zionis
Seorang juru bicara militer Ansarullah Yaman mengumumkan bahwa, bersama dengan Iran dan Hizbullah, operasi gabungan dilakukan terhadap target musuh penting di wilayah Jaffa, Tel Aviv.
Juru bicara tersebut menekankan sifat terkoordinasi dari serangan tersebut, menggarisbawahi kesatuan upaya antara ketiga pihak dalam operasi perlawanan mereka yang sedang berlangsung di wilayah tersebut.
Menurut stasiun televisi Israel KAN, sebuah rudal balistik Iran, yang membawa hulu ledak seberat ratusan kilogram, telah menyebabkan kerusakan signifikan di beberapa lokasi.
IRGC telah mengindikasikan bahwa rincian lebih lanjut mengenai cakupan dan dampak serangan rudal akan dirilis dalam beberapa jam mendatang.
Dalam beberapa jam terakhir, IRGC telah melancarkan serangkaian serangan terkoordinasi berskala besar menggunakan rudal balistik berat dan drone serang, menargetkan beberapa pangkalan strategis dan konsentrasi pasukan Israel dan AS di wilayah pendudukan dan di seluruh kawasan.
Menurut laporan, pangkalan udara sensitif Israel, termasuk Tel Nof, Palmachim, dan bandara Ben Gurion, dihantam habis-habisan.
Selain itu, titik-titik berkumpul militer di kota-kota seperti Tel Aviv, Haifa, Eilat, wilayah Negev, dan Beersheba menghadapi rentetan serangan rudal dan drone, menyebabkan kerusakan dan korban jiwa yang meluas.
Sementara itu, pangkalan militer AS di kawasan tersebut juga tidak luput. Pangkalan AS di Ahmed al-Jaber dan Ali al-Salem di Kuwait, serta pangkalan al-Kharj di Arab Saudi, dihantam oleh serangan rudal balistik berat yang tepat sasaran, mengalami kerusakan yang signifikan.
Di bagian lain operasi tersebut, sistem radar peringatan dini yang ditempatkan di pangkalan al-Dhafra di Uni Emirat Arab hancur total. Sistem radar memainkan peran penting dalam deteksi dini ancaman udara dan rudal di wilayah tersebut.















