Pemerintah Memastikan Harga BBM Subsidi Tidak Naik. (Foto: Dok. PT Pertamina)

Beranda / Ekonomi / Jangan Panik BBM Subsidi Tidak Naik

Jangan Panik BBM Subsidi Tidak Naik

PravadaNews – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan pemerintah tidak akan menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi jelang IdulFitri dan eskalasi di Timur Tengah (Timteng).

Gejolak di Timteng secara tidak langsung memberikan koreksi begitu dalam terhadap harga minyak dunia. Apalagi, Iran menutup Selat Hormuz yang merupakan jalur vital perdagangan minyak dunia.

Juru Bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia mengatakan, pemerintah menegaskan bahwa tidak akan menaikan harga BBM subsidi.

“Dengan demikian, masyarakat bisa menjalankan Ramadan dengan tenang dan menyambut Lebaran tanpa kekhawatian,” kata Dwi kepada wartawan di Jakarta, Senin (9/3/2026).

Dwi menjelaskan, pemerintah mengambil keputusan itu di tengah kenaikan harga minyak yang cukup signifikan. Asumsi harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) pada APBN sekitar 70 dolar AS per barel.

Mengutip laporan Kyodo, harga minyak mentah sempat di harga 111 dolar AS per barel. Harga saat ini mencapat level tertinggi jika dibandingkan Juli 2022 lalu.

Baca juga: Turun Gunung Cek Harga Pangan | Pravada News

Dwi menekankan, stok BBM nasional dalam kondisi aman. Penutupan Selat Hormuz tentunya akan memperlambat pendistribusian minyak dunia, termasuk ke Indonesia.

Oleh karena itu, pemerintah akan terus melakukan monitoring terhadap perkembangan harga minyak dunia. Fokus pemerintah saat ini, kata Dwi, yakni memastikan ketahanan energi nasional dalam kondisi aman.

“Sehingga masyarakat bisa menjalankan Ramadhan dan Lebaran dengan tenang,” jelas Dwi.

Selain itu, pemerintah meminta kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk tidak panic buying. Pemerintah pastinya, kata Dwi, akan menjadi pasokan BBM dan memastikan candangan minyak cukup untuk kebutuhan masyarakat.

Dwi menjelaskan, aksi panic buying tentunya akan sangat mengganggu distribusi. Padahal, lanjut Dwi, stok BBM nasional berada di atas standar minimum. “Sehingga, tidak ada alasan bagi masyarakat untuk melakukan panic buying,” ujar Dwi.

Dwi mengatakan, stok BBM dan LPG di atas standar minimum candangan operasional yakni lebih dari 21 hari. Dwi menganalogikan stok BBM seperti mengisi air toren di rumah. “Air digunakan setiap hari, tetapi setiap hari juga ada pengisian kembali,” jelas Dwi.

Dwi berkata, stok BBM bisa diisi kembali dengan acara produksi dan impor dari beberapa negara. Dwi menambahkan, pemerintah akan terus melakukan pemantauan esklasi di Timteng. Konflik tersebut tentunya akan memberikan dampak bagi Indonesia secara tidak langsung.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *