Kepala Bapanas dan Merteri Pertanian Amran Sulaiman (Foto: dok Instagram @a.amran_sulaiman)

Beranda / Ekonomi / Kampus Didorong Jadi Motor Hilirisasi Pangan

Kampus Didorong Jadi Motor Hilirisasi Pangan

PravadaNews – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meminta perguruan tinggi mengambil peran lebih besar sebagai motor inovasi dalam penguatan hilirisasi sektor pertanian untuk meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk pangan nasional.

“Capaian stok beras nasional yang diproyeksikan menembus 5 juta ton harus diiringi dengan peran aktif kampus dalam mendorong inovasi dan hilirisasi teknologi pertanian,” kata Amran di Jakarta, dikutip Senin (13/4/2026).

Baca juga : Bapanas Siapkan SPHP Kemasan 2 Kg

Pernyataan itu Amran sampaikan saat menghadiri kegiatan Idul Fitri FunFest 2026 yang digelar Ikatan Alumni Institut Teknologi Sepuluh Nopember (IKA ITS).

Amran menegaskan bahwa keberhasilan produksi pangan nasional harus diikuti penguatan inovasi yang benar-benar diterapkan di lapangan.

Amran menyebut Indonesia kini telah mencapai swasembada pada sembilan komoditas pangan strategis, mulai dari beras hingga bawang merah, yang menurutnya menjadi capaian signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

“Sekarang, bulan ini, insya Allah, 5 juta ton beras kita. Ini tidak pernah terjadi selama Indonesia merdeka,” ujar Amran.

Amran juga mengklaim peningkatan produksi dalam negeri telah mengurangi ketergantungan impor beras dan bahkan berdampak pada penurunan harga pangan di pasar global.

Namun, Amran menekankan bahwa tantangan utama ke depan bukan lagi sekadar produksi, melainkan hilirisasi dan pemanfaatan inovasi dari kampus secara konkret.

“Kampus harus hadir dengan aksi nyata, bukan seremoni,” katanya.

Menurut Amran, meski riset di perguruan tinggi sudah kuat, tantangan masih terletak pada kemampuan membawa hasil penelitian ke tahap produksi massal dan pemasaran.

Amran mendorong ITS dan kampus lain untuk terlibat dalam pengembangan alat pertanian, termasuk mesin dan teknologi berbasis kebutuhan petani.

Amra bahkan menyebut pemerintah siap menyerap inovasi kampus jika mampu diproduksi dalam skala besar dan memenuhi standar kualitas.

“Kita ingin ke depan, yang mensuplai traktor, alat pertanian itu dari ITS. Pasti bisa,” ujar Amran.

Amran juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas perguruan tinggi tanpa sekat institusional dalam mendukung kemandirian pangan nasional.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *