PravadaNews – Kementerian Perdagangan (Kemendag) membidik captive market 51 juta penumpang kereta api (KA) per tahun sebagai pasar baru bagi produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) pangan lokal.
Strategi itu diwujudkan melalui kerja sama dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan anak usahanya, KAI Services, yang mulai mengisi kereta makan dan Loko Cafe di sejumlah stasiun.
Menteri Perdagangan, Budi Santoso meninjau langsung implementasi program tersebut di Stasiun Gambir bersama Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi serta jajaran direksi KAI, pada Selasa (24/2/2026).
Menurut Budi, momentum Ramadan hingga arus mudik Idulfitri menjadi waktu strategis untuk memperluas pemasaran produk pangan lokal di layanan kereta api jarak jauh.
“Loko Cafe dan kereta makan memiliki peran strategis sebagai tempat promosi dan berjualan produk pangan lokal yang dapat menjangkau konsumen dari berbagai daerah. Tingginya mobilitas penumpang kereta api menjadikan kedua sarana tersebut sebagai pasar potensial bagi produk UMKM pangan berkualitas,” kata Budi.
Baca Juga: Satgas PASTI Hentikan Usaha AMG Pantheon dan MBA
Budi menyebut, pemanfaatan transportasi publik sebagai kanal distribusi memberi akses pasar yang lebih luas dan berkelanjutan bagi pelaku UMKM. Pemerintah, kata dia, akan mendorong peningkatan jumlah pemasok dengan tetap menjaga kualitas dan kontinuitas pasokan.
“Melalui pemanfaatan transportasi publik sebagai tempat pemasaran produk pangan lokal, UMKM mendapatkan akses pasar yang lebih luas dan berkelanjutan,” tutur Budi.
Saat ini, kata dia, sejumlah produk seperti pempek crunchy, kulit ayam crispy, tahu walik, keripik singkong panggang, stik keju ulir, hingga minuman jahe rempah telah dipasarkan di 15 layanan kereta makan antarkota.
“Produk-produk tersebut tersedia di berbagai rangkaian kereta, antara lain Argo Bromo Anggrek, Argo Semeru, Bima, Argo Lawu, hingga Taksaka dan Majapahit,” ungkap Budi.
Baca Juga: Harga Emas UBS-Galeri24 Kompak Naik
Sementara itu, Direktur Utama KAI Services, Krisna Arianto, mengatakan pihaknya menargetkan penambahan mitra UMKM secara bertahap.
“Saat ini, KAI Services telah menggandeng UMKM pangan lokal untuk mengisi Loko Cafe dan layanan kereta makan sebagai mitra pemasok. Ke depan, kami menargetkan penambahan jumlah mitra UMKM secara bertahap agar semakin banyak produk lokal berkualitas yang dapat dinikmati penumpang,” kata Krisna.
Sedangkan Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, menyebut stasiun dan kereta api tak lagi sekadar simpul mobilitas, melainkan juga ruang pemasaran produk dalam negeri.
“Stasiun kereta api, termasuk Stasiun Gambir, kami dorong tidak hanya sebagai titik mobilitas, namun juga sebagai tempat pemasaran produk UMKM berkualitas,” tutup Bobby.















