PravadaNews – Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) mempertanyakan soal harga Bahan Bakar Minyak (BBM) tidak ada kenaikan hingga Idulfitri dan ketersediaan dalam kondisi aman, meski harga minyak dunia terus alami tekanan.
Pernyataan itu disampaikan Ekonom INDEF, Hakam Naja dalam keterangannya kepada PravadaNews, Kamis (19/3/2026).
“Pernyataan pemerintah bahwa harga BBM tidak naik sampai Idul Fitri dan persediaan aman masih menyisakan pertanyaan. Apakah harga BBM setelah Idulfitri akan naik?” kata Hakam.
Hakam menjelaskan, subsidi energi pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 sebesar Rp210,06 triliun untuk listrik, LPG, dan BBM.
“Kalau harga BBM akan tetap dipertahankan ketika harga minyak naik, maka subsidi mesti diperbesar,” ujar Hakam.
Hakam menambahkan, harga minyak dunia saat ini sedang tidak stabil. Bahkan, sempat melebihi 100 dolar AS per barel.
“Harga minyak mentah Brent yang menjadi acuan Indonesian Crude Price sempat melonjak sampai 119,5 dolar Amerika per barel. Sementara dalam APBN 2026 harga minyak dipatok pada kisaran 70 dolar Amerika per barel.
Baca Juga: Daya Beli Masyarakat Melemah
Cadangan BBM Hingga 28 Hari
Cadangan BBM nasional berada pada kisaran 27-28 hari, sehingga kebutuhan masyarakat dapat dipastikan terpenuhi.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan ketersediaan BBM dan pasokan listriik dalam kondisi aman.
Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung mengatakan, pihaknya telah melakukan pengecekan ketersediaan BBM dan kelistrikan di sistem Jawa Tengah.
Hasil dari pengecekan, Yuliot menyatakan bahwa BBM dan kelistrikan dalam kondisi baik.
“Untuk ketersediaan BBM, cadangan minimal itu justru jauh sudah terlewati. Masyarakat bisa dengan aman menikmati mudik Lebaran 2026 ini,” ujar Yuliot dalam keterangan resmi kepada wartawan, Kamis (19/3/2026).
Kondisi pasokan energi untuk kebutuhan operasional masyarakat masih di posisi aman. Oleh karena itu, masyarakat tidak khawatir dan panik terhadap ketersediaan BBM.
Selain itu, pemerintah tidak memberlakukan pembatasan pembelian BBM selama periode Lebaran.
“Kita belum ada pembatasan. Itu baik yang dilakukan oleh pemerintah pusat, juga oleh pemerintah daerah,” kata Yuliot.
Pertamina Siapkan Mitigasi
PT Pertamina (Persero) telah menyiapkan beberapa langkah mitigasi untuk memastikan ketersediaan pasokan energi di tengah memanasnya kondisi di Timur Tengah akibar perang.
Pertamina menilai, kondisi geopolitik sangat mempengaruhi rantai pasok energi global.
Sehingga, perlu dukungan dari seluruh pihak untuk menjaga keberlangsungan dan ketersediaan energi, termasuk BBM dan LPG.
Vice President Corporate Communication PT Pertamina, Muhammad Baron menyampaikan, Pertamina telah menyiapkan sejumlah langkah agar memastikan kebutuhan energi nasional.
“Sebagai perusahaan energi nasional, Pertamina telah menjalankan rencana mitigasi dan contingency plan, supaya pasokan energi tetap berjalan dengan baik,” kata Baron dalam keterangan resmi kepada wartawan, Kamis (19/3/2026).
Untuk memenuhi kebutuhan energi nasional, Pertamina tidak bergantung pada satu wilayah atau negara tertentu.
Strategi tersebut diharapkan dapat menjaga stabilitas pasokan ketika ada gangguan distribusi.















