PravadaNews – Kebijakan impor gula rafinasi dinilai tidak terkendali, sehingga memberikan tekanan kepada keberlangsungan petani tebu lokal. Selain itu, impor gula rafinasi akan merusak ekosistem industri gula nasional.
Hal tersebut disampaikan Anggota Komisi VI DPR RI, Nasim Khan kepada wartawan di Jakarta, dikutip Kamis (9/4/2026).
Nasim mengatakan, jika kebijakan impor gula rafinasi tidak diselesaikan akan menjadi bom waktu.
Maka dari itu, Komisi VI DPR RI mendesak pemerintah agar importir memiliki kebun tebu sendiri guna mendukung produksi dalam negeri.
Baca Juga: Impor Gula Tidak Terkontrol
“Kalau impor dibiarkan tanpa kontrol, sama saja dengan mematikan petani tebu secara perlahan,” kata Nasim.
Nasim mengungkapkan, impor memiliki keuntungan yang cukup tinggi. Namun, akan merugikan petani tebu lokal.
“Keuntungan impor memang cepat, tapi dampaknya fatal bagi industri nasional,” kata Nasim.
Selain masalah impor, Nasim menyoroti kegagalan distribusi yang menyebabkan penumpukan stok gula di gudang BUMN seperti PTPN dan SGN.
Nasim mengkritik kebijakan tarif impor nol persen pada produk turunan seperti etanol yang membuat pabrik lokal kalah bersaing.
“Banyak pabrik dalam negeri tidak berjalan dan tidak bisa menggiling tebu karena kalah bersaing dengan produk impor bertarif nol persen,” ujar Nasim.
“Ini fakta lapangan yang harus segera dibenahi,” pungkas Nasim.
Sementara itu, Kementerian Pertanian (Kementan) menyoroti adanya rembesan gula rafinasi ke pasar konsumsi yang sangat merugikan petani.
“Kita temukan rembesan gula rafinasi yang masuk ke pasar sebagai gula konsumsi. Ini sangat membahayakan karena menekan harga dan membuat gula petani tidak terserap,” jelas Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman dalam Rapat Kerja (Raker) bersama Komisi VI DPR RI, dikutip Kamis (9/4/2026).
Mentan mendeteksi adanya persoalan yakni produksi dan tata niaga yang tidak berpihak kepada petani. Amran mendorong agar rembesan gula rafinasi untuk diterbitkan.
“Kalau tidak ditertibkan, petani yang paling dirugikan,” jelas Mentan.















