PravadaNews– Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto meminta masyarakat yang melakukan mudik Idul Fitri tidak hanya menjadikan perjalanan pulang kampung sebagai ajang silaturahmi.
Yandri mendorong para pemudik memanfaatkan momentum tersebut untuk ikut menggerakkan ekonomi serta pembangunan di desa asal.
Menurut Yandri, arus mudik yang melibatkan puluhan juta orang berpotensi menjadi pendorong aktivitas ekonomi di desa.
Yandri mengatakan para pemudik umumnya membawa uang dari kota ke kampung halaman. Hal tersebut, kata dia, dapat meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat desa selama periode Lebaran.
“Kami berharap silaturahmi itu bisa membangkitkan optimisme. Para pemudik insyaa Allah membawa uang ke kampungnya masing-masing, sehingga kegiatan ekonomi desa pasti bangkit,” kata Yandri di Jakarta, dikutip, Selasa (17/3/2026).
Baca juga : Yandri Desak Pemutakhiran DTSEN
Yandri juga mengimbau para perantau untuk memprioritaskan produk desa sebagai oleh-oleh ketika kembali ke kota. Menurut dia, langkah tersebut dapat memperluas pasar bagi produk lokal dari desa.
“Saat nanti harus kembali ke kota, kami sarankan untuk membeli oleh-oleh produk desa. Bawa ke kota, biar ini jadi momen kebangkitan ekonomi di pedesaan,” ujar Yandri.
Selain mendorong transaksi ekonomi, Yandri menilai arus mudik dapat menjadi sarana berbagi pengalaman antara masyarakat yang tinggal di kota dengan warga desa.
Para pemudik, lanjut Yandri, diharapkan dapat memberikan pengetahuan, literasi, maupun solusi bagi persoalan yang dihadapi desa asal mereka.
“Minimal memberikan semangat dan literasi tentang bagaimana sebuah desa bisa dibangun dengan baik. Orang kota akan dinanti oleh orang desa terkait pengalamannya dan solusi-solusi yang mereka tawarkan,” kata Yandri.
Yandri menuturkan, gagasan tersebut sejalan dengan visi pembangunan pemerintah yang menempatkan desa sebagai pusat pembangunan nasional.
Menurut Yandri, paradigma pembangunan kini tidak lagi memosisikan desa sebagai objek, melainkan sebagai subjek utama.
Kementerian Desa, kata Yandri, juga membuka ruang bagi para pemudik untuk menyampaikan masukan atau memetakan potensi serta kendala di desa setelah mereka kembali ke kota.
“Kami berharap bukan hanya sekadar mudik, tapi ada manfaat yang ditinggalkan setelah arus balik. Ada jejak nyata dari pemudik, dan kami di Kementerian Desa siap berkolaborasi dengan pihak manapun untuk membangun desa,” pungkas Yandri.















