PravadaNews – Tim negosiasi Iran, yang dipimpin oleh Ketua Parlemen Mohammad Baqer Qalibaf, telah mengadakan pertemuan dengan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif di Islamabad menjelang pembicaraan dengan Amerika Serikat.
Pakistan telah terpilih sebagai mediator kunci dalam upaya mengakhiri perang ilegal yang dilancarkan oleh AS dan Israel terhadap Republik Islam pada akhir Februari.
Melansir dari Press TV, pertemuan tersebut diadakan di Islamabad pada hari Sabtu sebelum negosiasi yang dimediasi Pakistan yang dijadwalkan akan berlangsung dengan para negosiator Amerika pada hari yang sama.
Menurut kantor berita Tasnim, delegasi Iran bermaksud untuk menilai posisi AS dan pemenuhan komitmennya selama sesi hari ini, setelah itu keputusan akan dibuat mengenai negosiasi dengan AS.
Baca Juga: Prancis Dorong Rencana Kawal Hormuz
Sebelumnya pada hari itu, Wakil Presiden AS JD Vance juga bertemu dengan perdana menteri Pakistan di Islamabad.
Vance didampingi dalam pertemuan bilateral tersebut oleh utusan khusus Steve Witkoff dan menantu Presiden Donald Trump, Jared Kushner.
Sharif didampingi oleh Wakil Perdana Menteri dan Menteri Luar Negeri Senator Mohammad Ishaq Dar, bersama dengan Menteri Dalam Negeri Senator Syed Mohsin Raza Naqvi, menurut siaran pers dari kantor perdana menteri Pakistan.
Sharif memuji komitmen kedua belah pihak untuk terlibat secara konstruktif, dan “menyatakan harapan bahwa pembicaraan ini akan menjadi batu loncatan menuju perdamaian abadi di kawasan tersebut,” tulis kantornya dalam siaran pers.
Ia memuji keterlibatan Iran dalam pembicaraan Islamabad dan menegaskan tekad tulus Pakistan untuk terus memainkan perannya sebagai mediator untuk membantu membangun momentum menuju pencapaian hasil yang berarti demi kepentingan perdamaian dan stabilitas regional dan global.
Delegasi tingkat tinggi Iran tiba di ibu kota Pakistan untuk melakukan pembicaraan dengan Amerika Serikat, di tengah peringatan Republik Islam bahwa kegagalan memenuhi prasyarat Teheran akan menyebabkan kegagalan pembicaraan.
Dipimpin oleh Ketua Parlemen Iran, delegasi yang terdiri dari komite keamanan, politik, militer, ekonomi, dan hukum, tiba di Islamabad pada hari Jumat.
Pejabat Iran lainnya dalam delegasi tersebut termasuk Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi, Sekretaris Dewan Pertahanan Nasional Tertinggi, Ali-Akbar Ahmadian, dan Gubernur Bank Sentral, Abdolnasser Hemmati, serta beberapa anggota Parlemen.
Iran dan AS mengumumkan gencatan senjata pada hari Selasa, 40 hari setelah negara itu bergabung dengan rezim Israel dalam melancarkan serangan agresi tanpa provokasi terbaru terhadap Iran.
Para pejabat Iran menekankan bahwa hak-hak rakyat Iran harus dijamin selama pembicaraan dan telah menyampaikan syarat-syarat mereka sebagai bagian dari proposal 10 poin, yang sebelumnya dikatakan oleh Presiden AS Donald Trump akan menjadi dasar negosiasi.















