PravadaNews – Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian sangat optimis ketahanan pangan dan fiskal menunjukan tren positif meski harus menghadapi krisis energi dan ketidakpastian ekonomi global.
Dalam keterangannya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan, optimisme itu muncul atas upaya kerja dari pemerintah yang berhasil produksi beras pada 2025 tercatat mencapai 34,7 juta ton.
Selain itu, lanjut Airlangga, cadangan beras pemerintah yang tercatat dikelola Bulog juga telah menunjukan tren positif sebesar 4,6 juta ton.
“Ketahanan pangan kita juga relatif kuat. Produksi beras di (tahun) 2025 (sebesar) 34,7 (juta ton), dan stok Bulog sebesar 4,6 juta ton,” ujar Airlangga dikutip pada Kamis (9/4/2025).
Baca Juga: Purbaya Pastikan RI Tak Akan Resesi
Airlangga menekankan kondisi itu merupakan manifestasi kesiapan nasional menghadapi soal potensi fluktuasi pasokan.
Sementara itu, pemerintah juga masih berupaya menjaga keberlanjutan fiskal lewat kebijakan-kebijakan atau program strategis.
Selain fokus pangan, saat ini pemerintah juga telah menyiapkan langkah-langkah untuk menjaga stabilitas fiskal.
Salah satunya yakni dengan mendorong langkah implementasi program biodiesel B50 yang akan dijadwalkan mulai berlaku pada 1 Juli 2026.
Airlangga menjelaskan program ini tidak hanya mendukung terobosan energi terbarukan tetapi juga turut berpotensi menambah ketahanan anggaran negara yang mendorong penghematan mencapai Rp 48 triliun.
Dengan kombinasi strategi itu, pemerintah mengaku optimistis mempertahankan defisit APBN sesuai dengan target yang ditentukan sambil mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.
Airlangga menambahkan pendekatan ini merupakan bagian upaya langkah lebih luas dari pemerintah untuk menyeimbangkan keamanan pangan, energi, dan fiskal serta juga memastikan Indonesia tetap berada di jalur pertumbuhan yang stabil.
“Kita sudah menyepakati per 1 Juli, B50, di mana itu akan meningkatkan ketahanan anggaran dari saving sebesar Rp 48 triliun,” pungkas Airlangga.















