PravadaNews – PT Pertamina (Persero) mengingatakan kepada seluruh masyarakat untuk menjaga konsumsi energi sesuai dengan kebutuhan.
Hal tersebut disampaikan Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron dalam keterangannya kepada wartawan, Kamis (26/3/2026).
Baron menyampaikan, eskalasi di Timur Tengah antara Amerika Serikat-Israel dan Iran membuat harga minyak dunia tidak stabil dan cenderung alami kenaikan.
“Sejalan dengan konflik Timur Tengah yang mempengaruhi kondisi energi dunia, Pertamina mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga pasokan BBM dan LPG yang sudah disediakan oleh Pertamina,” jelas Baron.
Baca Juga: WFH 1 Hari dalam Sepekan
Baron mengatakan, penggunaan energi sesuai kebutuhan akan sangat membantu dalam ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dalam negeri.
Oleh karena itu, masyarakat imbau untuk tidak mengonsumsi energi secara berlebihan.
“Partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga energi, seperti dengan membeli sesuai kebutuhan dan melakukan efisiensi penggunaan energi, akan membantu ketersediaan energi di Indonesia,” pungkas Baron.
WFH untuk Hemat BBM
Pemerintah memastikan kebijakan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) akan mulai diterapkan setelah momentum Idulfitri.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan, kebijakan ini berlaku bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan diimbau pula untuk sektor swasta.
“WFH akan didetailkan. Tetapi sesudah Lebaran kita akan berlakukan. Untuk ASN maupun imbauan untuk swasta. Tetapi bukan yang bekerja di sektor pelayanan publik,” ujar Airlangga ditemui usai salat Idulfitri di Jakarta, Sabtu (21/3/2026).
Airlangga menegaskan kebijakan WFH hanya akan berlaku satu hari dalam sepekan.
Airlangga menambahkan pemerintah juga akan berkoordinasi dengan Kementerian Ketenagakerjaan dan Kementerian Dalam Negeri untuk memastikan implementasi berjalan efektif.
Di tempat yang sama, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan penerapan WFH sehari dapat memberikan dampak efisiensi energi, khususnya penghematan bahan bakar minyak (BBM).
“Ada hitungan kasar sekali … (WFH bisa menghemat) seperlima, kira-kira 20 persen (penggunaan BBM),” kata Purbaya.
Pemerintah telah menyepakati hari untuk pemberlakuan work from home (WFH) per minggu dalam upaya penghematan Bahan Bakar Minyak (BBM).
WFH 1 Hari Sepekan
Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian mengatakan, sejumlah menteri koordinator (menko) dan menteri teknis telah menyetujui pemberlakuan WFH.
Tito mengatakan bahwa kesepakat itu diambil dalam rapat bersama Menko PMK Pratikno, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Mensesneg Prasetyo Hadi dan Seskab Teddy Indra Wijaya.
Dalam rapat itu, ungkap Tito, membahas soal langkah pemerintah dalam menghadapi krisis akibat perang Timur Tengah. Rapat itu berlangsung sekitar 3-4 jam.
“Kita sepakat untuk satu suara berarti yang menyampaikan, ya saya nggak tahu siapa, (rapat) di Istana. Apakah Pak Menko PMK, apakah Menko Ekonomi, ataukah nanti oleh Pak Mensesneg (yang mengumumkan),” jelas Tito usai konferensi pers update PHTC di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (25/3/2026).















