Foto: Pravadanews/Humas Polri

Beranda / Nasional / Polda Jatim Gunakan Kobin untuk Pererat Polisi dan Warga

Polda Jatim Gunakan Kobin untuk Pererat Polisi dan Warga

Pravadanews– Budaya ngopi di Indonesia bukan sekadar kebiasaan minum kopi, tetapi sudah menjadi bagian dari gaya hidup, ruang interaksi sosial, bahkan identitas budaya.

Tradisi minum kopi di Indonesia bermula sejak masa kolonial Belanda pada abad ke-17 ketika Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) membawa bibit kopi dan mengembangkannya di wilayah seperti Batavia. Sejak saat itu, Indonesia berkembang menjadi salah satu produsen kopi terbesar dunia dengan daerah penghasil terkenal seperti, Aceh Gayo, Toraja, Kintamani.

Kopi kemudian bukan hanya komoditas ekspor, tetapi juga dikonsumsi luas oleh masyarakat lokal. Di banyak daerah, warung kopi (warkop) menjadi tempat berkumpul berbagai kalangan: dari petani, pekerja, mahasiswa, hingga pejabat.

Dengan begitu budaya ngopi yang melekat di masyarakat Indonesia kini dimanfaatkan Polda Jawa Timur (Jawa Timur) untuk mempererat hubungan dengan warga melalui program inovatif bernama “Kobin” atau Kopi Cak Bhabin. Program ini menghadirkan Bhabinkamtibmas yang berkeliling kampung sambil membawa kopi gratis, sekaligus menyerap aspirasi masyarakat.

Baca juga: Polemik Data PBI BPJS Kesehatan Kurang Apik

Salah satu pelaksana program ini, Bhabinkamtibmas Polsek Bubutan, Aipda Muhammad Sugeng Bin Wahab, menjelaskan sepeda yang digunakannya disulap menjadi gerobak Kobin lengkap dengan kantong di kiri dan kanan untuk membawa kopi. Setiap kunjungan ke warga menjadi momen untuk membangun komunikasi yang hangat dan memperkuat kedekatan antara polisi dan masyarakat.

“Kobin adalah salah satu sarana kami, Kopi Cak Bhabin. Kita berkeliling kampung sebagai tugas khusus ataupun tugas pokok Bhabin Kamtibmas adalah sambang warga. Maka dari itu saat kita melakukan sambang ke warga kita datang membawa gerobak Kobin,” kata Sugeng dalam keterangan resminya, Selasa, 17 Februari 2026.

Sugeng menuturkan, semua perlengkapan Kobin berasal dari modal pribadi, dan kopi yang disediakan diberikan gratis kepada warga yang dikunjungi. “Modalnya pribadi. Kopinya nanti gratis untuk masyarakat,” ujar Sugeng.

Menurutnya, ide Kobin lahir dari kebiasaan masyarakat yang gemar menyeruput kopi. Lewat program ini, Bhabinkamtibmas berupaya mencairkan suasana, membangun interaksi sosial, dan menggali aspirasi masyarakat secara langsung.

Program inovatif ini mendapat apresiasi dari Komisi VII DPR RI yang dipimpin Rahayu Saraswati saat kunjungan ke Kampung Batik Okra, Surabaya. Sugeng menegaskan Kobin bukan sekadar memberi kopi, tetapi menjadi sarana komunikasi efektif untuk mempererat kedekatan polisi dengan warga.

“Ngopi bareng ini menjadi cara kami untuk mendekatkan diri dengan warga, menyerap aspirasi, dan sekaligus menciptakan suasana yang lebih hangat,” pungkasnya. (Nury)

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *