Presiden Iran, Masoud Pezeshkian. (Foto: Dok. PressTV)

Beranda / Mancanegara / Presiden Iran Pezeshkian Kutuk Pelanggaran Gencatan Senjata

Presiden Iran Pezeshkian Kutuk Pelanggaran Gencatan Senjata

PravadaNews – Presiden Iran, Masoud Pezeshkian mengutuk pelanggaran gencatan senjata yang dicapai antara Iran dan Amerika Serikat, dan bersumpah bahwa Republik Islam akan menanggapi “dengan tegas” setiap serangan.

Dalam percakapan telepon dengan Perdana Menteri Pakistan Shahbaz Sharif, Pezeshkian mengutuk serangan yang dilakukan di pulau Lavan dan Siri pada Rabu pagi.

“Republik Islam Iran akan menanggapi dengan tegas setiap agresi,” tegas Pezeshkian, melansir Press TV, dikutip Kamis (9/4/2026).

Baca Juga: IRGC Siap Eskalasi di Tengah Gencatan

Serangan tersebut terjadi meskipun ada pengumuman gencatan senjata yang dimediasi Pakistan sebelumnya pada hari Rabu setelah 41 hari pertempuran sengit antara Iran dan koalisi AS-Israel.

Pada hari Rabu, Amerika Serikat dan Iran menyepakati gencatan senjata selama dua minggu setelah Washington menerima proposal 10 poin dari Teheran.

Di tengah meningkatnya serangan Israel di Lebanon, presiden Iran menekankan bahwa proposal 10 poin Iran, yang menandai kerangka kerja untuk mengakhiri perang secara permanen, mencakup pembentukan gencatan senjata di Lebanon.

Di bagian lain pidatonya, Pezeshkian mengapresiasi upaya “konstruktif” Pakistan untuk menghentikan perang.

Ia menunjukkan bahwa penerimaan gencatan senjata oleh Teheran meskipun AS berulang kali melanggar komitmennya dan hukum internasional menunjukkan pendekatan Iran yang “bertanggung jawab dan berwibawa”.

Presiden mendesak negara-negara di kawasan dan dunia untuk “memanfaatkan kesempatan ini untuk menekan para agresor guna menghindari pengulangan kesalahan strategis”.

Pezeshkian menekankan bahwa pendekatan Teheran bergantung pada komitmen nyata para agresor terhadap prinsip-prinsip negosiasi dan kepatuhan terhadap kewajiban mereka.

Ia juga menegaskan kembali bahwa keamanan jalur air vital Selat Hormuz bergantung pada penghentian total agresi AS-Israel.

Sementara itu, Shahbaz Sharif mengucapkan terima kasih kepada Republik Islam atas penerimaan tawaran Pakistan untuk mencapai kesepakatan gencatan senjata.

Ia menekankan bahwa semua pihak harus mematuhi gencatan senjata, dan menyerukan rezim Israel untuk segera menghentikan serangannya terhadap Lebanon.

Sharif juga menegaskan kembali kesiapan Islamabad untuk berdialog dengan semua negara di kawasan untuk memajukan perdamaian, stabilitas, dan keamanan di kawasan Teluk Persia dan Asia Barat.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *