Ilustrasi tawuran. (Foto: poskota.co.id)

Beranda / Hukum / Satgas Anti-Tawuran Polda Metro Jaya Tunjukkan Hasil

Satgas Anti-Tawuran Polda Metro Jaya Tunjukkan Hasil

PravadaNes – Kapolda Metro Jaya Asep Edi Suheri membentuk satuan tugas (satgas) anti-tawuran sebagai langkah tegas menekan maraknya aksi kekerasan jalanan di wilayah hukum Polda Metro Jaya. Kebijakan tersebut diambil usai pelaksanaan Apel Kamtibmas beberapa waktu lalu, sebagai respons atas tingginya keresahan masyarakat terhadap potensi bentrokan antarkelompok yang kerap menimbulkan korban luka bahkan korban jiwa.

Langkah cepat itu mulai menunjukkan hasil. Satgas anti-tawuran yang dibentuk sejak 12 Februari lalu berhasil menekan intensitas bentrokan sekaligus mencegah munculnya korban jiwa. Pendekatan yang diterapkan tidak hanya mengedepankan patroli dan penegakan hukum, tetapi juga kolaborasi aktif dengan warga di tingkat lingkungan untuk deteksi dini dan pencegahan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menjelaskan, satgas tersebut melibatkan personel gabungan dari Brimob, Sabhara, serta sejumlah elemen masyarakat. Sinergi aparat dan warga dinilai menjadi kunci efektivitas penanganan, karena potensi tawuran dapat diantisipasi lebih awal sebelum meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar.

“Sepanjang periode 12 hingga 23 Februari 2026, petugas secara intensif menyisir titik-titik rawan untuk membubarkan kerumunan remaja yang terindikasi hendak melakukan aksi tawuran. Pendekatan ini terbukti efektif dalam memetakan potensi gangguan keamanan sebelum pecah menjadi konflik fisik di jalanan,” kata Budi kepada wartawan, Selasa (24\2\2026).

Budi menjelaskan, selama masa kerja, satgas anti-tawuran berhasil mengamankan 6 remaja yang tengah melakukan persiapan tawuran. Dari remaja tersebut, polisi menyita sejumlah barang bukti senjata tajam (sajam). Saat ini para pelaku telah diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Budi menyebut langkah penegakan hukum ini diambil sebagai bentuk efek jera bagi pihak-pihak yang nekat membawa senjata tajam dan mengancam nyawa orang lain.

“Keterlibatan aktif warga juga membuahkan hasil positif. Di Cipayung, Depok, warga setempat berhasil menggagalkan rencana tawuran sekelompok remaja dan menyerahkan mereka ke Polsek Pancoran Mas,” terang Budi.

“Langkah ini menjadi tonggak penting dalam menyatukan visi antara aparat penegak hukum dan warga demi keamanan lingkungan,” sambungnya.

Budi menerangkan, selain melakukan penindakan, Satgas Anti-Tawuran juga menerapkan pendekatan pembinaan terhadap sejumlah terduga pelaku yang berhasil diamankan. Mereka tidak hanya diberikan sanksi sesuai aturan yang berlaku, tetapi juga dikenakan sanksi edukatif sebagai bagian dari upaya pembentukan karakter.

Salah satu bentuk pembinaan tersebut adalah mewajibkan para terduga pelaku mengikuti kegiatan keagamaan dengan mendengarkan tausiah di masjid. Menurut Budi, langkah ini diambil agar para remaja yang terlibat tawuran mendapatkan pencerahan moral serta menyadari kekeliruan atas perbuatan yang telah dilakukan.

“Langkah ini diambil agar mereka mendapatkan pencerahan moral dan menyadari kekeliruan perbuatan mereka,” tutur Budi.

Budi menegaskan, fokus utama satgas bukan semata-mata penegakan hukum, melainkan pencegahan melalui pendekatan preventif dan humanis. Strategi tersebut diwujudkan lewat kolaborasi patroli warga di lingkungan permukiman serta patroli mobile yang dilakukan personel Brimob dan Sabhara di titik-titik rawan tawuran.

“Fokus utama satgas ini mengedepankan tindakan preventif dan humanis melalui kolaborasi patroli warga serta patroli mobile dari satuan Brimob dan Sabhara,” lanjutnya.

Dengan pola pendekatan tersebut, kepolisian berharap potensi bentrokan dapat ditekan sejak dini, sekaligus membangun kesadaran kolektif masyarakat untuk menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungannya masing-masing.

Budi pun menyampaikan, Kapolda mengapresiasi kolaborasi warga yang mau sama-sama terlibat menjaga Kamtibmas. Kolaborasi ini pun, kata dia, berhasil mencegah timbulnya korban jiwa yang kerap muncul saat peristiwa tawuran terjadi.

“Bapak Kapolda sangat mengapresiasi kolaborasi aktif masyarakat. Pendekatan kita kali ini sangat humanis namun tetap tegas. Hasilnya sangat signifikan. Jika pada Januari lalu kita mencatat ada 3 korban jiwa akibat tawuran, maka selama masa Ramadan di bawah pengawasan satgas ini, angka korban jiwa adalah nihil. Ini adalah keberhasilan kolektif antara Polri dan warga dalam menjaga marwah bulan suci,” pungkasnya.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *