PravadaNews – Pemeritah telah memutuskan untuk tidak menaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) meski harga minyak mentah dunia alami lonjakan signifikan beberapa hari terakhir.
Bahkan, negara tetangga Indonesia seperti Filipina, Thailand, dan India telah membuat kebijakan menaikan harga BBM untuk mempersempit defisit anggaran.
Namun, Pemerintah Indonesia berupaya agar defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 di bawah 3 persen di tengah kenaikan minyak mentah dunia.
Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, pemerintah sudah menghitung seluruh dampak geopolitik terhadap APBN.
Bahkan, meskipun harga minyak dunia 100 dolar AS per barel, kata Purbaya, pemerintah tetap berupaya agar desifit APBN di bawah 3 persen.
“Itu sekitar 2,9 persen. Jadi, nggak masalah,” ujar Purbaya di Wisma Danantara Indonesia Jakarta, dikutip Kamis (2/4/2026).
Baca Juga: Pertamina Dorong EBT di Tengah Gejolak Energi Dunia
Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) mendesak pemerintah untuk membuat kebijakan yang progresif. Sehingga, dampak dari geopolitik tidak membebani buruh dan masyarakat.
Presiden KSPI, Said Iqbal menilai, APBN Indonesia tidak akan kuat menahan lonjakan harga minyak mentah dunia.
“Sepertnya Indonesia juga nggak akan kuat, kalau harga BBM-nya di atas 120 dolar AS per barel.” kata Said Iqbal kepada PravadaNews, Minggu (5/4/2026).
“Tapi kan pemerintan tetap optimis bahwa APBN katanya akan kuat,” tambah Said Iqbal.
KSPI, kata Said Iqbal, berterima kasih kepada pemerinta karena sudah membangun optimisme dalam menjaga harga BBM agar tidak alami kenaikan.
“Tinggl kan nanti di lapangannya bagaimana, kan optimis itu nggak bisa, ekonomi itu nggak bisa dilawan dengan optimis saja, tapi kan realistisnya gimana,” ujar Said Iqbal.
Negara seperti Filipina, Thailand, dan India karena tidak kuat menahan gejelok minyak mentah dunia, akhirnya memutuskan untuk menaikan harga BBM.
“Semua kan sudah jeblok semua kan. Kemungkinan besar sih dugaan saya, selain penghematan, akan menaikan BBM, kalau perangnya lebih panjang lagi ya,” pungkas Presiden Partai Buruh itu.















