PravadaNews – Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, menegaskan tetap pada keputusannya untuk tidak melibatkan Inggris dalam serangan awal Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.
Starmer menyampaikan sikap itu saat memberikan pembaruan situasi Iran di hadapan anggota parlemen di House of Commons dikutip Selasa (3/3/2025).
Starmer mengatakan pemerintahnya secara sadar memilih tidak bergabung dalam operasi ofensif tersebut karena meyakini jalur negosiasi merupakan opsi terbaik untuk meredakan konflik.
Baca juga: Kemlu AS Imbau Warganya Tinggalkan Kawasan Asia Barat
“Kami tidak bergabung dengan serangan ofensif AS dan Israel. Dasar keputusan kami adalah pertahanan diri kolektif dari sahabat dan sekutu lama serta melindungi nyawa warga Inggris,” kata Starmer.
Starmer menekankan, prioritas pemerintah Inggris adalah menjaga kepentingan nasional dan keselamatan warga negaranya di tengah eskalasi ketegangan kawasan.
Menanggapi kritik Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, Starmer menyatakan tugasnya sebagai perdana menteri adalah menilai langkah yang paling tepat bagi Inggris.
Menurut starmer, keputusan untuk tidak terlibat langsung dalam serangan merupakan pilihan strategis yang telah dipertimbangkan secara matang, dengan mempertimbangkan aspek pertahanan kolektif sekaligus peluang penyelesaian melalui diplomasi.















