PravadaNews – Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang juga Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menyatakan stok cadangan beras pemerintah (CBP) mencapai 4,3 juta ton pada Maret 2026.
Menurut Amran, angka ini disebut sebagai yang tertinggi sepanjang sejarah pengelolaan cadangan beras nasional.
“(Untuk) sektor pangan, alhamdulillah hari ini tertinggi sepanjang sejarah. Stok kita 4,3 juta ton. Tidak pernah terjadi. Tahun lalu maksimal 4,2 juta ton. Hari ini 4,3 juta ton. Bulan depan (bisa mencapai) 5 juta ton,” kata Amran, dikutip Selasa (31/3/2026).
Baca juga : Stok Beras untuk 2 Daerah Ini Aman
Amran juga menuturkan, kapasitas penyimpanan diperluas dengan menyewa gudang tambahan.
“Kapasitas gudang 3 juta ton, kita sewa gudang 2 juta ton kapasitasnya. Ini selesai, pangan selesai,” ujar Amran.
Amran mengaitkan capaian ini dengan strategi swasembada beras yang diklaim tercapai pada 2025. Menurut Amran, langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menghadapi dinamika geopolitik global yang kian memanas.
“Di saat kondisi geopolitik yang memanas, kita butuh langkah cepat. Bapak Presiden betul-betul visioner,” ucap Amran.
“Pada saat beliau dilantik, langsung mengatakan pangan diselesaikan, harus mandiri pangan dan mandiri energi,” sambung Amran.
Data Bapanas menunjukkan stok CBP pada akhir Maret 2026 melonjak 274,9 persen dibandingkan Maret 2024 yang hanya sebesar 1,1 juta ton. Kenaikan juga terjadi dibandingkan Maret 2025 sebesar 87,3 persen, dari posisi sekitar 2,3 juta ton.
Amran memastikan stok akan terus bertambah seiring penyerapan beras produksi dalam negeri yang masih berlangsung.
“Cadangan (stok) tersebut dikelola oleh Perum Bulog sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan nasional,” tutur Amran.
Lebih jauh, Amran juga menilai peningkatan stok berdampak pada stabilitas harga beras.
“Jadi alhamdulillah, bulan suci Ramadan bukan harga beras menjadi penyumbang inflasi. Dan 10 sampai 20 tahun terakhir, biasanya nomor satu penyumbang inflasi adalah beras,” ujar Amran.
Adapun berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi beras secara bulanan hingga Februari 2026 tercatat sebesar 0,43 persen. Angka ini lebih rendah dibandingkan puncak inflasi beras dalam beberapa tahun terakhir.















