Anggota DPRD DKI Hardiyanto Kenneth (Foto: dok Pribadi)

Beranda / Nasional / Transjakarta Diminta Evaluasi Seluruh Tata Kelola

Transjakarta Diminta Evaluasi Seluruh Tata Kelola

PravadaNews– Anggota DPRD DKI Jakarta, Hardiyanto Kenneth menilai kecelakaan bus Transjakarta di Koridor 13 sebagai peringatan keras bagi tata kelola transportasi publik Ibu Kota. Dia mendesak adanya evaluasi menyeluruh, terutama pada sistem rekrutmen dan pelatihan pengemudi di tubuh Transjakarta.

“Kejadian ini harus menjadi momentum evaluasi menyeluruh. Transportasi publik adalah tulang punggung mobilitas masyarakat Jakarta, sehingga aspek keselamatan tidak boleh ditawar,” kata Kenneth, Kamis (26/2/2026).

Dia menekankan, kepercayaan publik terhadap angkutan massal sangat ditentukan oleh konsistensi pengelola dalam menjaga standar keamanan dan profesionalisme pramudi. Menurut Kenneth, pembenahan tidak cukup hanya pada aspek teknis armada, melainkan juga menyasar kualitas sumber daya manusia.

Baca juga: BPBD DKI Peringatkan Potensi Banjir Rob

Adapun sorotan utama diarahkan pada pola rekrutmen pengemudi yang selama ini melibatkan pihak ketiga atau swasta. Skema tersebut, kata dia, sah secara manajerial. Namun, pengawasan atas kualitas seleksi dan standardisasi kompetensi dinilai harus diperketat.

“Jangan sampai rekrutmen hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan armada. Kompetensi, kesiapan mental, serta ketahanan fisik calon pengemudi harus menjadi prioritas utama,” tutur Kenneth.

Kenneth juga mengusulkan penyegaran sistem pelatihan secara komprehensif melalui koordinasi lebih intensif antara manajemen Transjakarta dan penyedia tenaga kerja. Ia mengingatkan, pelatihan tidak boleh berhenti sebagai formalitas administratif, terlebih Transjakarta memiliki fasilitas akademi pelatihan internal.

“Saran saya bahwa Transjakarta harus bisa menjadi leading sektor untuk menggelar pelatihan khusus yang bersifat wajib bagi seluruh pramudi, baik yang baru direkrut maupun yang sudah lama bertugas,” ujar Kenneth.

Skema pelatihan, lanjutnya, dapat disesuaikan oleh manajemen, namun harus bersifat wajib sebagai bentuk penyegaran standar keselamatan.

Untuk memperkaya materi pembekalan, Kenneth menyarankan agar Transjakarta melibatkan Komite Nasional Keselamatan Transportasi dalam memberikan analisis kecelakaan dan pembelajaran dari berbagai insiden transportasi.

Menurut dia, evaluasi menyeluruh dan terobosan konkret kini bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mendesak demi mencegah kecelakaan serupa terulang.

“Evaluasi menyeluruh dan terobosan konkret bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan mendesak demi mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan,” tandas Kenneth.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *