Pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mengimbau kepada seluruh jemaah umrah Indonesia untuk menunda keberangkatan

Beranda / Nasional / Tunda Keberangkatan Umrah Demi Keselamatan

Tunda Keberangkatan Umrah Demi Keselamatan

PravadaNews – Pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mengimbau kepada seluruh jemaah umrah Indonesia untuk menunda keberangkatan kerana eskalasi di Timur Tengah semakin memanas.

“Memang sementara ini kita terkait dengan keberangkatan umrah masih dalam peraturan mengimbau untuk menunda keberangkatan,” kata Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj), Dahnil Anzar Simanjuntak di Istana Negara, Jakarta, dikutip Rabu (11/3/2026).

Baca juga: Pemerintah Setengah Hati Larang Umrah | Pravada News

Dahnil mengatakan, Kemenhaj bersama Kementerian Luar Negeri (Kemlu) terus mendampingi jemaah yang akan kembali ke Tanah Air. “Kemlu bersama Kementerian Haji dan Umrah terus mendampingi jemaah yang akan kembali ke Indonesia,” ujar Dahnil.

Dahnil mengatakan, belum ada kepastian terkait perkembangan situasi di Timur Tengah imbas konflik antara Amerika Serikat-Israel dan Iran.

Karena tidak adanya kepastian tersebut, Kemenhaj mengimbau agar jemaah untuk menunda sementara waktu keberangkatannya ke Tanah Suci.

Dahnil mengingatkan kepada seluruh Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah atau travel untuk terus mendampingi para jemaahnya.

“Untuk menjaga keselamatan, kami mengimbau, terkait jemaah umrah yang akan kembali, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Haji dan Umrah itu bersama-sama terus mendampingi agar maskapai itu dan PPIU, travel tetap mendampingi mereka sepenuhnya supaya bisa kembali ke Tanah Air,” kata Dahnil.

Dahnil menegaskan pemerintah akan melindungi warga negaranya termasuk jemaah asal Indonesia. “Negara bertanggung jawab untuk mendampingi dan memastikan keselamatan jamaah,” kata Dahnil.

Kemenhaj dan Kemlu, kata Dahnil, terus melakukan koordinasi untuk memastikan jemaah yang berada di Arab Saudi. Terkait imbauan yang dikeluarkan Kemenhaj, kata Dahnil, berdasarkan saran dari Kemlu.

“Jadi kita akan memitigasi semua pilihan-pilihan yang terbaik agar kemudian keselamatan jamaah tetap terjaga,” kata Dahnil.

Dahnil menambahkan, terjadi penurunan jumlah jemaah yang berangkat menuju Tanah Suci. “Sementara, data kami memang ada penurunan yang berangkat (umrah) karena mempertimbangkan keselamatan dan dinamika konflik itu tadi,” ujar Danhil lagi,” pungkas Dahnil.

Perlu diketahui, penundaan keberangkatan jemaah umrah secara tidak langsung akan memberikan dampak terhadap pengusaha travel.

Berdasarkan data dari Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji (HIMPUH).

Total perusahaan travel Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) per Februari 2025 sebanyak 3.033 PPIU.

Jumlah Jemaah Umrah:

Sebelum pandemi covid-19 (2018-2019), jumlah jemaah sekitar 974 ribu hingga 1 juta.

Tahun 2023: 1.368.616 jemaah

Tahun 2024: 1.467.005 jemaah data dari Siskopatuh

Tahun 2025 (Januari-April): 648.485 jemaah.

Perputaran uang dari ekosistem haji dan umrah di Indonesia

Tahun 2023 mencapai Rp54 triliun hingga Rp65 triliun. Nilai fantastis ini didorong oleh lebih dari 1,5 juta jemaah.

Tahun 2024 sekitar Rp60-70 triliun, dengan khusus umrah menyumbang sekitar Rp30-40 triliun.

Tahun 2025 sekitar Rp60-70 triliun.Angka ini didorong oleh lebih dari 5,4 juta jemaah pada kuartal II 2025, dengan biaya umrah berkisar Rp27-45 juta per jemaah. (Akbar)

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *