PravadaNews – PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek (JJC) mencatat lonjakan volume kendaraan di Ruas Jalan Layang Mohammed Bin Zayed atau MBZ menjelang puncak arus balik Lebaran 2026. Tingginya lalu lintas terjadi seiring imbauan pemerintah agar pemudik menghindari periode padat pada 28–29 Maret.
Direktur Utama PT JJC Hendri Taufik meminta pengguna jalan mengatur waktu perjalanan guna menghindari kepadatan menuju Jakarta.
“Kami mengimbau pengguna jalan merencanakan perjalanan di luar waktu puncak yang telah diprediksi agar dapat terhindar dari kepadatan arus balik,” kata Hendri dikutip Jumat (27/3/2026).
Baca juga : Arus Balik Menuju Jakarta via MBZ Naik 202 Persen
Hendri juga mendorong pemudik memanfaatkan potongan tarif tol sebesar 30 persen yang berlaku selama dua hari. Diskon ini diberikan bagi pengguna yang melakukan perjalanan menerus dari Gerbang Tol Kalikangkung, Semarang, menuju Gerbang Tol Cikampek Utama di Karawang, sebelum memasuki ruas MBZ.
Data perusahaan menunjukkan arus kendaraan menuju Jakarta masih mendominasi. Pada Rabu (25/3), tercatat 53.189 kendaraan melintas ke arah ibu kota, meningkat 140,78 persen dibandingkan kondisi normal sebanyak 22.090 kendaraan.
Sementara arus sebaliknya mencapai 29.502 kendaraan atau naik 35,41 persen dari volume normal.
“Perbandingan volume kendaraan pada kedua arah menunjukkan arus lalu lintas di Ruas Jalan Layang MBZ masih didominasi kendaraan menuju Jakarta,” ujar Hendri.
Selain mengatur waktu perjalanan, JJC mengingatkan pengguna jalan untuk memastikan kondisi fisik pengemudi dan kendaraan dalam keadaan prima, termasuk kecukupan bahan bakar maupun daya listrik.
Pengemudi juga diminta mewaspadai potensi hujan yang dapat memengaruhi jarak pandang dan kondisi jalan.
Informasi lalu lintas terkini dapat diakses melalui layanan 24 jam Jasa Marga di nomor 133 maupun aplikasi Travoy.















