PravadaNews – Warga di berbagai kota di Iran mengadakan pertemuan spontan untuk melampiaskan kemarahan mereka atas perang agresi yang terus berlanjut antara Amerika Serikat dan Israel terhadap negara mereka.
Kerumunan orang memadati jalanan dan alun-alun kota, termasuk ibu kota Teheran, pada Sabtu siang dan malam setelah AS dan Israel melancarkan serangan udara di berbagai lokasi.
Para pengunjuk rasa meneriakkan “Matilah Amerika” dan “Matilah Israel” sebagai bentuk kemarahan terhadap kedua rezim tersebut atas agresi mereka terhadap Iran.
Baca juga: Israel Serang Iran, Jalan di Teheran Hancur
Para demonstran juga meneriakkan slogan-slogan dukungan kepada Pemimpin Revolusi Islam, Ayatollah Seyyed Ali Khamenei.
Mereka menyuarakan dukungan kepada Angkatan Bersenjata Iran dalam operasi untuk membela negara.
AS dan Israel melancarkan serangan udara ke kota-kota, setidaknya 20 provinsi di seluruh Iran, hanya dua hari sebelum pembicaraan mengenai program nuklir Iran.
Pembicaraan pada hari Senin tersebut dijadwalkan sebagai putaran keempat negosiasi antara perwakilan Iran dan AS pada bulan Februari.
Putaran ketiga berlangsung pada hari Kamis di Jenewa, di mana Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dan mitranya dari Oman, Badr bin Hamad Al Busaidi, yang telah menjadi mediator dalam semua negosiasi yang diadakan sejauh ini, menyebutkan adanya kemajuan.















