PravadaNews – Pemerintah bakal segera mengumumkan kebijakan kerja dari rumah atau work from home (WFH) untuk diberlakukan kepada seluruh pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN)dan pegawai swasta.
Adapun pemberlakukan kebijakan itu merupakan langkah pemerintah untuk penghematan Bahan Bakar Minyak (BBM) dalam menghadapi krisis energi global.
Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian mengatakan, pemerintah telah menyepakati pemberlakuan WFH tersebut. Keputusan itu diambil berdasarkan hasil rapat bersama sejulah menko dan menteri teknis.
Hadir dalam rapat tersebut Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Baca Juga: WFH 1 Hari dalam Sepekan
Rapat yang berlangsung selama hampir empat jam itu membahas sejumlah langkah pemerintah dalam menghadapi krisis energi global akibat perang di Timur Tengah.
Tito menegaskan bahwa pengumuman resmi mengenai kebijakan WFH belum bisa disampaikan kepada publik karena perlu dilaporkan terlebih dahulu kepada Presiden Prabowo Subianto.
“Sudah rapat kemarin, rapat hampir tiga atau empat jam. Ya, tapi kita sepakat untuk satu suara,” kata Tito, Rabu (25/3/2026).
“Saya nggak tahu siapa yang akan menyampaikannya, apakah Pak Menko PMK, Menko Ekonomi, atau Pak Mensesneg. Kami hanya memberikan masukan,” ujar Tito.
Meskipun hampir semua peserta rapat telah sepakat pada satu hari WFH, namun Tito mengaku enggan untuk membocorkan detailnya.
“Saya nggak mau menyebutkan, itu kemarin pun sebenarnya sudah ada hampir mengarah kepada mayoritas setuju di satu hari, tapi harus dilaporkan dulu ke Bapak Presiden,” pungkas Tito.















