Ilustrasi gedung sekolah. (PravadaNews/Gemini IA)

Beranda / Mancanegara / 750 Sekolah Iran Rusak Diserang AS-Israel

750 Sekolah Iran Rusak Diserang AS-Israel

PravadaNews – Menteri Pendidikan Iran, Alireza Kazemi, mengungkapkan lebih dari 750 sekolah di negaranya mengalami kerusakan akibat rentetan serangan militer yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel sejak akhir Februari lalu.

Pernyataan tersebut menambah daftar panjang dampak konflik yang tidak hanya menghantam infrastruktur strategis, tetapi juga sektor pendidikan yang menjadi tumpuan masa depan generasi muda.

Serangan yang menyasar berbagai wilayah itu dilaporkan turut menyebabkan terganggunya aktivitas belajar-mengajar, bahkan menimbulkan korban jiwa di kalangan pelajar dan tenaga pengajar.

Sejumlah laporan juga menyebutkan fasilitas sipil, termasuk sekolah, menjadi bagian dari target serangan di tengah eskalasi konflik yang terus memanas, sehingga memicu kekhawatiran luas dari komunitas internasional terkait perlindungan warga sipil di wilayah perang.

Kazemi mengumumkan sedikitnya 310 siswa dan guru tewas akibat serangan-serangan tersebut.

Kazemi, seperti dilansir Press TV, Selasa (7/4/2026), mengungkapkan angka-angka mengerikan itu dalam wawancara televisi pada Senin (6/4) malam. Dia menambahkan bahwa lebih dari 210 siswa dan guru mengalami luka-luka akibat serangan gabungan AS dan Israel.

Kawasan Timur Tengah memanas sejak AS dan Israel melancarkan serangan gabungan skala besar terhadap Iran pada 28 Februari lalu. Sedikitnya 1.340 orang di Iran, termasuk pemimpin tertinggi Iran sebelumnya, Ayatollah Ali Khamenei, tewas akibat rentetan serangan AS-Israel.

Teheran membalas dengan gelombang serangan rudal dan drone menargetkan Israel dan negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS.

Serangan-serangan AS dan Israel yang terus berlanjut, menyasar target yang beragam, mulai dari fasilitas nuklir hingga sekolah dan rumah sakit di Iran.

Merujuk pada kerusakan infrastruktur yang ditimbulkan terhadap sektor pendidikan negara tersebut, Kazemi mengatakan: “Sekitar 900 unit pendidikan dan administrasi, serta fasilitas perkemahan dan olahraga, telah rusak atau hancur.”

Dia menekankan dari jumlah tersebut, sebanyak 750 sekolah mengalami kerusakan.

Menurut Kazemi dalam pernyataannya, wilayah Provinsi Hormozgan, Markazi, Teheran, dan Azerbaijan Timur menanggung dampak terberat dari serangan-serangan terhadap infrastruktur pendidikan.

“Kementerian Luar Negeri Iran telah berkomunikasi dengan sejumlah organisasi internasional, termasuk Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan pada Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) dan Dana Darurat Anak Internasional pada Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF), untuk secara hukum memperjuangkan keadilan bagi para siswa Iran,” ujar Kazemi menegaskan.

Otoritas Iran menuduh AS dan Israel secara sengaja menargetkan infrastruktur sipil dan fasilitas energi, menewaskan ratusan warga sipil Iran, termasuk sedikitnya 170 anak di sebuah Sekolah Dasar (SD) di area Minab pada hari pertama perang pada 28 Februari lalu.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *