PravadaNews – Penderita diabetes tetap dianjurkan untuk berolahraga, namun tidak semua jenis aktivitas fisik aman dilakukan. Ada beberapa olahraga yang sebaiknya dihindari karena berisiko memicu lonjakan atau penurunan drastis gula darah hingga memperparah kondisi kesehatan. Karena itu, penting bagi penderita diabetes untuk memahami batasan dan memilih jenis olahraga yang tepat agar manfaatnya optimal tanpa menimbulkan bahaya.
Untuk itu, sebelum memulai program olahraga, penderita diabetes sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter. Langkah ini penting untuk menentukan aktivitas yang paling aman dan sesuai kondisi tubuh, serta menghindari olahraga yang dapat memperburuk penyakit atau meningkatkan risiko komplikasi.
Baca juga: Kebiasaan Pemicu Kolesterol Naik Saat Puasa
Jenis Olahraga yang Dilarang untuk Penderita Diabetes
Olahraga yang dilarang untuk penderita diabetes umumnya adalah aktivitas tertentu yang berisiko tinggi, terutama bila sudah terdapat komplikasi seperti neuropati, retinopati, atau gangguan jantung.
Berikut ada beragam jenis olahraga yang dilarang untuk penderita diabetes, yaitu:
- Taekwondo
Olahraga yang dilarang untuk penderita diabetes salah satunya adalah taekwondo. Taekwondo merupakan olahraga bela diri yang melibatkan banyak tendangan, pukulan, serta kontak fisik yang intens sehingga berisiko menimbulkan cedera, memar, atau luka terbuka.
Pada penderita diabetes, luka seperti ini cenderung lebih sulit sembuh dan lebih rentan mengalami infeksi, terutama jika sudah terdapat gangguan saraf atau pembuluh darah.
- Judo
Sama seperti taekwondo, judo termasuk olahraga yang dilarang untuk penderita diabetes karena ada kontak fisik berat. Gerakan membanting atau menjatuhkan lawan bisa memicu benturan keras pada tubuh.
Selain meningkatkan risiko luka dan pendarahan, judo juga tidak dianjurkan bagi Anda yang telah mengalami masalah pada mata akibat diabetes, seperti retinopati diabetik. Tekanan saat benturan dapat memperburuk kondisi pembuluh darah di mata.
- Sepak takraw
Olahraga yang dilarang untuk penderita diabetes salah satunya adalah sepak takraw. Olahraga ini menuntut kelincahan dengan gerakan melompat, menendang tinggi, hingga akrobatik, sehingga risiko cedera pada kaki, pergelangan, atau lutut cukup tinggi.
Jika sudah mengalami penurunan sensasi atau memiliki luka pada kaki, sebaiknya hindari aktivitas ini karena luka kecil sekalipun dapat berkembang menjadi infeksi serius.
- Lompat tali
Lompat tali bisa menjadi latihan kardio yang bermanfaat, tetapi kurang disarankan untuk penderita diabetes yang memiliki gangguan pada saraf atau sirkulasi darah di kaki.
Sebab, tekanan berulang saat mendarat dapat menimbulkan luka baru di telapak kaki atau memperburuk luka yang telah ada.
- Futsal
Futsal melibatkan lari cepat, berhenti mendadak, serta kontak fisik di lapangan yang keras. Risiko cedera pergelangan kaki, lutut, atau benturan antar pemain cukup tinggi. Pada penderita diabetes, cedera dapat memperlambat proses penyembuhan dan meningkatkan risiko komplikasi.
- Lari jarak jauh
Aktivitas ini membuat tubuh bekerja ekstra dalam waktu lama. Pada penderita diabetes, lari jarak jauh bisa memicu hipoglikemia, terutama bila tanpa pemantauan gula darah atau asupan makanan yang cukup. Risiko lecet dan luka di telapak kaki juga perlu diwaspadai.
- Angkat beban berat
Mengangkat beban terlalu berat dapat menyebabkan lonjakan tekanan darah secara tiba-tiba. Kondisi ini berisiko bagi penderita diabetes dengan komplikasi jantung, pembuluh darah, atau mata, serta dapat meningkatkan risiko cedera otot dan sendi.















