PravadaNews– Pemerintah Iran menegaskan tidak akan membuka perundingan dengan Amerika Serikat dan siap melanjutkan permusuhan yang berlangsung di antara kedua negara.
Pernyataan itu disampaikan Mohammad Mokhber, ajudan mendiang Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, dalam siaran televisi dikutip Kamis (5/3/2026).
Mokhber menekankan bahwa Teheran tidak lagi menaruh kepercayaan kepada Washington.
Baca juga: China: Hentikan Operasi Militer di Iran
“Tak ada kepercayaan pada Amerika, juga tak ada alasan untuk berunding,” ujar Mokhber.
Menurut Mokhber, Iran memiliki bekal pengalaman historis untuk bertahan dalam situasi perang. Ia merujuk pada Perang Iran-Irak yang berlangsung selama delapan tahun sebagai bukti daya tahan negaranya.
“Pengalaman sejarah menunjukkan kita tak takut perang, kita tak gentar melanjutkannya,” imbuh Mokhber.
Adapun sikap tersebut menandai garis keras Iran di tengah ketegangan yang terus membayangi hubungan kedua negara.
Alih-alih membuka jalur diplomasi, Teheran justru menegaskan kesiapan untuk menghadapi konflik berkepanjangan.














