PravadaNews – Presiden Tiongkok Xi Jinping menyerukan agar Selat Hormuz tetap terbuka bagi pelayaran internasional di tengah meningkatnya ketegangan maritim di kawasan Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran.
Dalam percakapan telepon dengan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman, Xi menegaskan bahwa jalur strategis energi dunia itu tidak boleh terganggu.
“Selat Hormuz harus tetap terbuka untuk navigasi normal, karena ini melayani kepentingan bersama negara-negara di kawasan dan komunitas internasional,” ujar Xi, dikutip media pemerintah China Central Television, Selasa (21/4/2026).
Baca juga : China Klaim Veto Hormuz Cegah Eskalasi
Pernyataan itu muncul di tengah laporan pengerahan kekuatan maritim oleh Amerika Serikat yang disebut mulai membatasi lalu lintas kapal di sekitar pelabuhan Iran. Selat Hormuz sendiri menjadi jalur vital yang mengangkut sekitar seperlima pasokan minyak dan gas dunia.
Xi juga menegaskan dukungan China terhadap upaya negara-negara Timur Tengah membangun stabilitas kawasan melalui kerja sama dan prinsip bertetangga baik.
Xi menyebut negara di kawasan perlu mengelola urusan mereka secara mandiri demi terciptanya perdamaian jangka panjang.
“China mendukung negara-negara Timur Tengah membangun rumah bersama,” kata Xi.
Selain itu, Xi kembali menyerukan gencatan senjata segera dan penghentian permusuhan di kawasan tersebut, di tengah meningkatnya kekhawatiran atas potensi eskalasi konflik yang dapat mengganggu jalur energi global.
Sementara itu, laporan menyebut Angkatan Laut Amerika Serikat mulai membatasi pergerakan kapal yang menuju dan keluar pelabuhan Iran di kedua sisi Selat Hormuz sejak 13 April. Washington menegaskan kapal non-Iran masih dapat melintas selama tidak dikenakan pungutan oleh Teheran.
Hingga kini, pemerintah Iran belum secara resmi mengumumkan penerapan tarif tersebut, meski rencana itu disebut telah dibahas di tingkat otoritas terkait.















