Bursa Efek Indonesia (BEI). (Foto: PravadaNews/Gemini IA)

Beranda / Ekonomi / 7 Perusahaan Antre IPO di BEI

7 Perusahaan Antre IPO di BEI

PravadaNews – Sebanyak tujuh perusahaan tengah mengantre untuk melantai di bursa melalui penawaran saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) di pasar modal Indonesia. Mayoritas perusahaan yang bersiap mencatatkan sahamnya memiliki aset berskala besar.

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengungkapkan saat ini terdapat tujuh perusahaan yang berada dalam pipeline pencatatan saham atau IPO di pasar modal Indonesia.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, menyampaikan bahwa mayoritas perusahaan dalam antrean tersebut merupakan perusahaan dengan aset besar.

“Hingga saat ini, terdapat tujuh perusahaan dalam pipeline pencatatan saham BEI,” ujar Nyoman dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Minggu (8/3/2026).

Baca juga: Solusi bagi RI Hadapi Lonjakan Harga Minyak Dunia | Pravada News

Dari jumlah tersebut, kata nyoman, enam perusahaan dikategorikan sebagai perusahaan dengan aset skala besar, yakni memiliki aset lebih dari Rp250 miliar. Sementara satu perusahaan lainnya termasuk kategori aset skala menengah dengan nilai aset antara Rp50 miliar hingga Rp250 miliar.

“Klasifikasi tersebut mengacu pada aturan yang ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan melalui POJK Nomor 53/POJK.04/2017,” tutur nyoman.

Jika dilihat dari sektor usahanya, lanjut Nyoman, perusahaan yang akan melantai di bursa berasal dari berbagai bidang. Menurut Nyoman, tiga di antaranya bergerak di sektor keuangan, sementara sisanya masing-masing berasal dari sektor transportasi dan logistik, barang konsumen primer, energi, serta kesehatan.

Kendati demikian, Nyoman menyebutc hingga awal Maret 2026 belum ada perusahaan yang resmi melangsungkan IPO pada tahun ini.

“Per 6 Maret 2026, jumlah perusahaan tercatat di BEI masih sebanyak 956 perusahaan atau sama seperti posisi pada akhir 2025,” ungkap Nyoman.

Di sisi lain, Nyoman aktivitas penghimpunan dana di pasar modal tetap berlangsung melalui instrumen lain. BEI mencatat hingga 6 Maret 2026 telah terjadi 37 emisi dari 26 penerbit Efek Bersifat Utang dan Sukuk (EBUS) dengan total dana yang berhasil dihimpun mencapai Rp41,41 triliun.

Nyoman juga mengungkapkan masih terdapat potensi penerbitan EBUS dalam waktu mendatang.

“Sampai periode tersebut, terdapat 20 emisi dari 13 penerbit EBUS yang sedang berada dalam pipeline,” kata Nyoman.

Selain itu, Nyomanmenmbahkan aktivitas penambahan modal melalui mekanisme rights issue juga telah dilakukan oleh tiga perusahaan dengan total nilai mencapai Rp3,75 triliun hingga awal Maret 2026. (Bila)

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *