PravadaNews – Kementerian Pertanian (Kementan) mengedukasi masyarakat agar berbelanja pangan secara bijak tanpa panik menjelang Lebaran 1447 Hijriah.
Langkah ini dilakukan untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di tengah meningkatnya permintaan selama Ramadan hingga Idul Fitri.
Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementan Moh. Arief Cahyono mengajak masyarakat tetap tenang dan rasional dalam membeli kebutuhan pangan.
“Kami mengajak masyarakat agar tetap tenang dan rasional dalam berbelanja pangan selama Ramadan dan menjelang Idul Fitri,” kata Arief dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (8/2/2026).
Menurut Arief, edukasi tersebut dilakukan melalui talkshow interaktif Tani On Stage bertajuk “Belanja Pangan Tanpa Panik, Belanja Bijak itu Asyik!”.
Baca juga: Perkuat Industri Nasional di Tengah Perang Regional
“Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat agar tidak melakukan pembelian berlebihan selama Ramadan hingga Lebaran,”tuturnya.
Talkshow yang digelar di Kota Depok, Jawa Barat, itu merupakan bagian dari rangkaian program Gerakan Pangan Murah (GPM). Program tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan selama periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).
Arief mengatakan sosialisasi melalui Tani On Stage juga bertujuan menjelaskan berbagai langkah pemerintah dalam memastikan ketersediaan pangan nasional.
Sejumlah upaya stabilisasi yang dilakukan pemerintah antara lain melalui Gerakan Pangan Murah, fasilitasi distribusi pangan, pengawasan kepatuhan terhadap harga eceran tertinggi (HET), serta penyaluran beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
“Saya berharap masyarakat mendapat pemahaman mengenai Gerakan Pangan Murah sebagai upaya pemerintah menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan,” ujar Arief.
Direktur Kewaspadaan Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) Nita Yulianis juga menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan pangan nasional.
“Stok pangan saat ini dalam kondisi cukup, sehingga masyarakat tidak perlu panic buying. Membeli berlebihan justru dapat mengganggu distribusi di pasar,” kata Nita.
Sementara itu, Direktur Hilirisasi Hasil Hortikultura Kementan Freddy memastikan ketersediaan komoditas hortikultura seperti cabai dan bawang merah tetap mencukupi hingga setelah Idul Fitri.
Menurut Freddy, fluktuasi harga yang terjadi belakangan lebih dipengaruhi faktor cuaca yang dapat menghambat proses panen maupun distribusi.
“Secara produksi sebenarnya tersedia. Tantangannya lebih pada faktor cuaca yang kadang mempengaruhi proses panen,” ujar Freddy.















