Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti Widya Putri. (Foto: Dok. Kementerian Perdagangan)

Beranda / Ekonomi / Turun Gunung Cek Harga Pangan

Turun Gunung Cek Harga Pangan

PravadaNews – Pemerintah terus melakukan pemantauan terhadap harga bahan pokok di pasaran menjelang IdulFitri.

Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti Widya Putri memantau harga bahan pokokdi Pasar Tradisional Summerland, Kota Batam, Kepulauan Riau.

Wamendag menjelaskan, pemantauan tersebut dilakukan untuk memastikan harga kebutuhan pokok tetap aman dan menjaga stabilitas harga jelang Lebaran.

“Kami hari ini meninjau Pasar Tradisional Summerland untuk memantau harga bahan pokok. Karena sudah mendekati Hari Raya Idul Fitri, Kementerian Perdagangan aktif mengunjungi berbagai daerah,” kata Wamendag Dyah kepada wartawan, Senin (9/3/2026).

Baca juga: Menkeu: Harga BBM Tak Naik!

Hasil dari pemantauan di lapangan, lanjut Dyah, harga sejumlah komoditas relatif cukup stabil. Bahkan, Dyah mendapati beberapa komoditas yang harganya di bawah Harga Acuan Penjualan(HAP).

Harga bawang merah Rp32 ribu per kilogram, bawang putih Rp38 per kilogram, cabai rawit Rp60 ribu per kilogram, dan cabai merah Rp80 ribu per kilogram.

Dyah mengatakan, harga bawang merah dan bawang putih jauh di bawah harga acuan. Selain itu, Minyakita dan beras harganya masih di bawah acuan. Kementerian Perdagangan (Kemendag) memastikan stok beras dalam keadaan aman.

Harga minyak Minyakita Rp15.700 per liter dan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Rp12.500 per kilogram.

Kemudian, harga ayam segar Rp45 ribu per kilogram, daging ayam beku Rp42 ribu per kilogram, daging sapi beku impor Australia Rp130 per kilogram.

Wamendag Dyah mengapresiasi pengelola Pasar Summerland karena telah mendapatkan sertifikat SNI (Standar Nasional Indonesia).

Tidak hanya itu saja, sistem pembayaran juga mulai dilakukan secara digital. “Digitalisasi juga sudah berjalan dengan adanya pembayaran QRIS, namun tetap menerima pembayaran tunai,” kata Dyah.

Dyah berharap pengelola pasar tetap bisa menjadi stabilitas harga komoditas. Dyah tidak mempungkiri bahwa ada sejumlah harga komoditas yang alami kenaikan.

Adapun harga komoditas yang alami kenaikan yakni cabai rawit itu terjadi di wilayah Tangerang Selatan. Oleh karena itu, kenaikan harga komoditas akan menjadi perhatian pemerintah ke depan.

Sementara itu, harga normal cabai rawit di Kota Batam sekitar Rp40 ribu – Rp57 ribu. Namun, belakangan harga cabai rawit mulai naik sekitar Rp60 ribu per kilogram.

“Ini menjadi catatan bagi kami untuk terus memantau pergerakan harga di berbagai daerah,” pungkas Dyah.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *