Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi (Foto: dok Instagram @araghchi) 

Beranda / Mancanegara / Serangan AS-Israel Picu Lonjakan Harga Minyak

Serangan AS-Israel Picu Lonjakan Harga Minyak

PravadaNews – Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi menilai, serangan yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel terhadap negaranya memicu lonjakan harga minyak dunia setelah infrastruktur energi Iran menjadi sasaran.

Menurut Araghchi, serangan tersebut tidak hanya gagal mencapai tujuan militer, tetapi juga berdampak pada pasar energi global.

Araghchi mengatakan fasilitas energi Iran menjadi target dalam operasi militer yang berlangsung beberapa hari terakhir.

“Dengan menyerang infrastruktur energi Iran, mereka telah menyebabkan harga minyak meroket,” kata Araghchi seperti dikutip Al Jazeera pada Selasa (10/3/2026).

Araghchi menilai operasi militer yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel tidak memiliki tujuan yang jelas. Menurut Araghchi, serangan tersebut justru menyasar wilayah permukiman.

“Mereka gagal mencapai tujuan mereka di awal, dan sekarang, setelah 10 hari, saya pikir mereka tidak memiliki tujuan,” ujar Araghchi.

Araghchi juga menyebut rencana militer kedua negara terhadap Iran tidak berjalan sesuai yang diharapkan sejak awal.

Baca Juga: Serangan AS–Israel ke Depot Minyak sebagai Kejahatan Perang

“Rencana A gagal, dan sekarang mereka mencoba rencana lain, tetapi semuanya juga gagal,” ucap Araghchi.

Selain itu, Araghchi mengatakan Iran tidak lagi mempertimbangkan dialog dengan Amerika Serikat setelah pengalaman sebelumnya dalam perundingan nuklir.

Dalam wawancara dengan PBS News, Araghchi menyebut Washington sebelumnya menyatakan ingin menyelesaikan isu nuklir Iran melalui jalur damai.

“Mereka berjanji kepada kami bahwa mereka tidak memiliki niat untuk menyerang kami, dan mereka ingin menyelesaikan masalah nuklir Iran secara damai dan menemukan solusi yang dinegosiasikan. Namun, mereka tetap memutuskan untuk menyerang kami,” ujar Araghchi.

Araghchi menegaskan setelah pengalaman tersebut, pemerintah Iran tidak lagi menjadikan dialog dengan Amerika Serikat sebagai agenda diplomasi.

“Saya rasa pertanyaan tentang berdialog dengan Amerika, sekali lagi tidak akan dipertimbangkan,” pungkas Araghchi.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *