PravadaNews- Pemerintah mengimbau masyarakat menunda keberangkatan ibadah umroh sementara waktu menyusul eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah. Langkah ini diambil sebagai upaya mitigasi untuk menjaga keselamatan warga negara Indonesia.
Wakil Menteri Haji dan Umroh, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengatakan pemerintah saat ini masih mengimbau masyarakat menunda keberangkatan ibadah umroh karena situasi keamanan di Timur Tengah yang belum menentu.
“Memang sementara ini, kita terkait dengan keberangkatan umroh masih dalam peraturan mengimbau untuk menunda keberangkatan, karena eskalasi dari konflik. Kita tidak tahu perkembangannya seperti apa,” kata Dahnil, Rabu (11/3/2026).
Baca juga: 6.047 Jemaah Umrah Kembali ke Tanah Air
Menurut Dahnil, kebijakan tersebut diambil sebagai langkah mitigasi agar keselamatan warga negara Indonesia yang hendak berangkat ke Tanah Suci tetap terjaga. Pemerintah, kata dia, terus memantau perkembangan situasi keamanan di kawasan tersebut.
Dahnil menuturkan, imbauan penundaan itu merupakan hasil koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia yang memonitor dinamika konflik di kawasan Timur Tengah.
“Orientasi negara tentu adalah keselamatan warga negara karena kita tidak tahu eskalasi konflik di Timur Tengah akan berkembang seperti apa,” ujar Dahnil.
Di sisi lain, kata Dahnil, pemerintah memastikan pendampingan bagi jamaah umroh Indonesia yang saat ini berada di Arab Saudi. Adapun berdasarkan data terakhir, sekitar 43 ribu jamaah Indonesia tengah menjalankan ibadah umroh di negara tersebut.
“Pemerintah melalui kementerian terkait dan penyelenggara perjalanan ibadah umroh diminta memastikan para jamaah mendapat pendampingan hingga dapat kembali ke Tanah Air dengan aman,” tutur Dahnil.
Selain itu, lanjut Dahnil, pemerintah juga terus berkoordinasi dengan maskapai penerbangan dan pihak terkait guna memastikan proses kepulangan jamaah berjalan lancar.
Dahnil menyebutkan, sejak imbauan penundaan disampaikan, jumlah jamaah yang berangkat umroh tercatat mengalami penurunan.
“Kondisi tersebut menunjukkan masyarakat bersikap lebih berhati-hati dalam mempertimbangkan faktor keselamatan di tengah perkembangan konflik di kawasan Timur Tengah,” pungkas Dahnil.















