Ilustrasi gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). (Foto: PravadaNews/IA)

Beranda / Politik / Pemerintah Diminta Lindungi UMKM dari Lonjakan Harga Plastik 

Pemerintah Diminta Lindungi UMKM dari Lonjakan Harga Plastik 

PravadaNews – Kenaikan harga plastik dalam sepekan terakhir memicu kekhawatiran di kalangan pelaku usaha, terutama sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). 

Anggota Komisi VII DPR RI, Yoyok Riyo Sudibyo, meminta pemerintah segera mengambil langkah cepat untuk meredam dampak mengenai kenaikan harga plastik tersebut. 

Sosok yang akrab disapa Yoyok itu menilai kenaikan harga plastik jika terus berlanjut ditengarai juga akan berimbas terhadap kenaikan harga bahan pokok akibat beban produksi. 

Atas dasar itu, Yoyok mendesak pemerintah mengambil langkah tegas untuk mencarikan solusi terhadap lonjakan harga plastik di dalam negeri tersebut.  

Baca juga: Banggar DPR Dukung Pemerintah Tahan Harga BBM

“Pemerintah harus gerak cepat menyiasati kenaikan harga. Beban ekonomi ganda masyarakat harus mendapat solusi dari pemerintah, di sinilah ujiannya,” kata Yoyok dalam keterangan tertulis, Selasa (14/3/2026). 

Tidak hanya Bahan Bakar Minyak (BBM) dampak kenaikan harga plastik itu ditengarai juga akan  berpotensi menaikan harga-harga bahan pokok di masyarakat. 

Yoyok menegaskan bahwa plastik hingga saat ini juga masih menjadi komponen cukup penting yang sulit untuk tergantikan bagi pelaku UMKM. 

Kenaikan harga bahan tersebut, menurut Yoyok, juga berpotensi menekan keberlangsungan usaha kecil yang selama ini menjadi penopang ekonomi nasional.

Yoyok menambahkan tanpa ada intervensi pemerintah mencari solusi untuk menurunkan harga plastik, pelaku usaha dihadapkan pilihan sulit antara menaikkan harga produk atau menanggung lonjakan biaya produksi. 

“Jangan sampai sektor UMKM yang menjadi roda penggerak ekonomi negara harus terus tergerus, sementara pemerintah justru lebih sibuk memajaki rakyatnya,” tutup Yoyok. 

Data di lapangan menunjukkan harga plastik mengalami kenaikan signifikan, berkisar antara 30 persen hingga 100 persen di sejumlah daerah. 

Sementara harga eceran untuk jenis tertentu kini juga berada di kisaran Rp 28.000 hingga Rp 49.000 per kilogram.

Lonjakan harga ini ditengarai telah  dipicu atas terganggunya pasokan bahan baku plastik seperti nafta, seiring meningkatnya tensi konflik di kawasan Timur Tengah. 

Ketergantungan Indonesia pada  impor bahan baku plastik dengan jumlah hampir sekitar 60 persen memperparah situasi. 

Pasokan utama yang berasal dari Timur Tengah, Cina, dan Korea Selatan ikut terdampak kenaikan harga minyak dunia serta tingginya biaya logistik.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *