Menteri Perdagangan Budi Santoso (Foto: dok Instagram @budisantosoofficial)

Beranda / Ekonomi / Mendag Dorong Desainer Muda Kudus 

Mendag Dorong Desainer Muda Kudus 

PravadaNews- Menteri Perdagangan Budi Santoso mendorong para desainer muda di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, untuk membangun merek sendiri agar mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional. 

Budi menilai pelaku industri kreatif tidak cukup hanya bekerja sebagai pekerja lepas tanpa identitas produk.

Menurut Budi, penguatan industri kreatif dalam negeri perlu dilakukan dengan memperluas pemasaran produk lokal, termasuk melalui kerja sama dengan ritel modern.

“Penguatan industri kreatif dalam negeri perlu dilakukan dengan memperluas pemasaran produk lokal, termasuk melalui kerja sama dengan ritel modern. Langkah tersebut dilakukan agar karya desainer Indonesia, khususnya Kabupaten Kudus, dapat masuk dan bersaing di pasar yang selama ini banyak diisi produk luar negeri,” kata Budi, Kamis (13/3/2026). 

Baca juga: Mendag Pastikan Harga Sembako Stabil Jelang Lebaran

Budi menyampaikan hal itu setelah mengunjungi sejumlah sekolah kejuruan di Kudus, yakni SMK NU Banat Kudus, SMK Raden Umar Said Kudus, dan SMK Wisuda Karya Kudus.

Budi mengatakan pemerintah sedang mendorong program business matching antara desainer lokal dan jaringan ritel modern agar produk mereka dapat dipasarkan lebih luas.

“Kita kerja sama dengan asosiasinya agar karya anak bangsa bisa masuk, tetapi syaratnya produknya harus bagus,” ujar Budi.

Selain memperluas akses pasar, pemerintah juga menggalakkan penggunaan produk dalam negeri di lingkungan kementerian melalui gerakan memakai produk lokal setiap Kamis.

“Setiap Kamis kami memakai produk dalam negeri dari atas sampai bawah. Ternyata dampaknya bukan hanya Kamis, tetapi Senin sampai Jumat juga banyak yang memakai produk lokal,” kata Budi.

Dalam kesempatan itu, Budi juga menyinggung upaya pemerintah membantu pemasaran karya siswa sekolah kejuruan, termasuk dari bidang animasi dan fesyen yang dikembangkan di SMK Raden Umar Said Kudus.

Budi menambahkan pemerintah juga berupaya membuka peluang pasar kerja internasional bagi tenaga kerja terampil Indonesia. Salah satunya melalui misi dagang ke Jerman yang menghasilkan kontrak penempatan sekitar 4.000 tenaga kerja Indonesia.

“Kita ingin meningkatkan ekspor, tidak hanya barang tetapi juga jasa. Tugas kami di Kementerian Perdagangan adalah mencarikan pasar bagi tenaga kerja terampil dari Indonesia,” pungkas Budi.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *