Ilustrasi Stop War (Foto: dok  PravadaNews)

Beranda / Mancanegara / Iran Tegaskan Siap Bertahan Tanpa Gencatan Senjata

Iran Tegaskan Siap Bertahan Tanpa Gencatan Senjata

PravadaNews – Di tengah salah satu konflik paling memanas di Timur Tengah yang terus menarik perhatian dunia, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan, Republik Islam Iran siap mempertahankan diri “selama yang diperlukan” dan tidak pernah mengajukan permintaan gencatan senjata maupun membuka jalur perundingan damai dengan lawan-lawannya, termasuk Amerika Serikat dan sekutunya.

Dalam pernyataan yang disiarkan Minggu ini, Araghchi menolak klaim berbagai pihak Teheran tengah mencari solusi diplomatik atau menawarkan penghentian sementara kekerasan, dan dengan tegas menyatakan setiap langkah Iran murni didasarkan pada hak untuk mempertahankan kedaulatan nasionalnya di tengah eskalasi militer yang melibatkan serangan udara, rudal, dan ancaman blokade jalur strategis seperti Selat Hormuz.

Baca juga: Iran: Selat Hormuz Hanya Dikuasai Teheran dan Tidak Ditutup

Pernyataan itu muncul di saat konflik bersenjata antara Iran dengan koalisi yang dipimpin Amerika Serikat dan Israel terus berlanjut tanpa tanda-tanda mereda, dengan serangan dan serangan balasan yang berlangsung di beberapa front di kawasan Teluk–mengakibatkan dampak serius terhadap stabilitas regional, serta gangguan besar pada jalur energi global.

Araghchi mengatakan, Iran tidak pernah mengajukan permintaan apapun untuk gencatan senjata atau negosiasi damai, menegaskan klaim tentang dorongan ke arah diplomasi merupakan distorsi kenyataan, dan menambahkan Teheran akan terus memperkuat pertahanan dan opsinya sampai pihak lawan benar-benar mengakui realitas politik dan militer di lapangan.

Sikap ini berbeda tajam dengan upaya mediasi internasional yang dilakukan oleh negara-negara lain dan kekhawatiran global akan bertambahnya korban serta dampak kemanusiaan dari konflik yang tak kunjung usai.

Pernyataan Iran juga datang di tengah perbedaan narasi yang tajam antara Tehran dan Washington, di mana pejabat AS mengklaim adanya kontak diplomatik terbatas, sementara Araghchi kembali menegaskan penolakan Tehran terhadap kesepakatan gencatan senjata atau dialog formal dengan pihak lawan.

“Kami tidak pernah meminta gencatan senjata, dan kami bahkan tidak pernah meminta perundingan. Kami siap mempertahankan diri selama diperlukan,” kata Araghchi dalam wawancara dengan CBS News dikutip Senin (16/3/2026).

Araghchi juga menyerukan kepada Amerika Serikat (AS) agar memahami bahwa menyerang Iran tidak akan menghasilkan kemenangan.

Araghchi menambahkan, sejumlah negara telah menghubungi Teheran untuk meminta jaminan jalur aman bagi kapal-kapal mereka.

“Saya tidak dapat menyebutkan negara tertentu, tetapi kami telah didekati oleh sejumlah negara yang ingin memperoleh jalur aman bagi kapal mereka. Hal ini menjadi kewenangan militer kami untuk memutuskan, dan mereka telah memutuskan untuk mengizinkan sekelompok kapal dari berbagai negara melintas secara aman dan terlindungi,” ujarnya.

Araghchi menyampaikan hal tersebut ketika menanggapi situasi terkait komunikasi dan pembahasan dengan sejumlah negara mengenai pelayaran melalui Selat Hormuz.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *